58 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Tekankan Penanganan Karhutla dan Krisis Air

Portalraya.com, Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melantik sebanyak 58 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, Jumat (18/9/2026). Sebagian besar pejabat yang dilantik ditempatkan pada tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat koordinasi pemerintahan dalam menghadapi kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prosesi pelantikan sekaligus pengambilan sumpah/janji jabatan digelar di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Kukar. Dari total 58 pejabat yang dilantik, lima di antaranya merupakan pejabat administrator, sementara 53 lainnya menjabat sebagai pejabat pengawas.

Aulia menjelaskan, pengisian jabatan di tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi perhatian pemerintah daerah karena kondisi di lapangan membutuhkan koordinasi yang cepat antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan.

“Sebagian besar yang kita lantik adalah pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan. Mengingat kondisi hari ini, penanganan di lapangan membutuhkan koordinasi yang cepat” kata Aulia.

Menurut Aulia, kebutuhan akan koordinasi tersebut semakin penting di tengah kondisi musim kemarau yang memicu sejumlah persoalan, terutama kekeringan dan karhutla.

Oleh sebab itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik segera memahami kondisi wilayah masing-masing dan mengambil langkah dalam menangani persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Untuk camat yang hari ini kita lantik, segera pimpin proses pemadaman api dan penanganan kekeringan. Bapak-Ibu lurah yang kita lantik, segera ambil komando untuk penanganan kekeringan dan kebakaran hutan di kelurahan,” tegasnya.

Aulia juga mengingatkan agar para pejabat administrator dan pengawas tidak menunggu permasalahan menjadi lebih besar sebelum mengambil tindakan. Setiap persoalan yang muncul di wilayah diminta segera dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan.

“Kondisi hari ini membutuhkan langkah cepat. Ketika Bapak-Ibu dibutuhkan oleh pimpinan, harus segera datang dan menyelesaikan permasalahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, berbagai tantangan yang tengah dihadapi pemerintah daerah membutuhkan sinergi dan kerja sama antarlembaga.

“Kita yakin dan percaya dengan persatuan dan soliditas, kita bisa mengatasi ini semua,” katanya.

Pelantikan 58 pejabat tersebut menjadi bagian dari penataan aparatur di tingkat kewilayahan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat respons pemerintah daerah terhadap berbagai persoalan yang secara langsung berdampak pada masyarakat. (Ita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *