Polresta Samarinda Berhasil Gagalkan Peredaran Sabu di Kecamatan Palaran

Portalraya.com, Samarinda – Satuan Reserse Narkoba Polresta Samarinda berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika golongan I jenis sabu di kawasan Palaran, Kota Samarinda. Dalam operasi yang berlangsung pada Senin (10/2) sekitar pukul 14.00 WITA, polisi mengamankan tiga tersangka beserta barang bukti narkotika.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi mengenai aktivitas transaksi narkoba di Jl. Mulawarman, Kelurahan Rawamakmur, Kecamatan Palaran. Setelah melakukan penyelidikan dan observasi, petugas mencurigai dua pria yang tengah berada di pinggir jalan. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan satu paket sabu seberat 5,48 gram brutto di kantong celana salah satu tersangka inisial MY (41).

Menurut Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsekta Palaran, AKP Iswanto,saat diinterogasi, MY mengaku bahwa barang haram tersebut didapat dari seorang pria bernama AS (29). Polisi kemudian bergerak cepat dan berhasil menangkap AS di kawasan Jalan Poros Samarinda–Sanga-Sanga, Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran.

“Kami langsung melakukan pengembangan setelah menangkap tersangka pertama. Dari hasil interogasi, kami berhasil mengamankan pelaku lainnya yang berperan sebagai pemasok,” ujar Kapolsekta Palaran, AKP Iswanto,pada Rabu 12 Februari 2025.

Selain AS, polisi juga menangkap tersangka ketiga, yakni KR (28). Ketiganya kini telah diamankan di Polresta Samarinda beserta barang bukti lainnya, termasuk tiga unit ponsel dan satu sepeda motor yang diduga digunakan dalam transaksi narkoba.

Kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari pembuatan laporan polisi, penyitaan barang bukti, hingga gelar perkara. Saat ini, ketiga tersangka masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan Pasal 114 Ayat (2) Subs Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Para tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun,” kata AKP Iswanto menegaskan.

Selain itu, polisi juga tengah mendalami kemungkinan jaringan narkotika lain yang terlibat dalam kasus ini. Upaya pemberantasan narkoba akan terus dilakukan dengan meningkatkan patroli dan memperketat pengawasan di wilayah-wilayah rawan peredaran narkotika.

Polresta Samarinda menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk turut serta melaporkan aktivitas mencurigakan demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam upaya pemberantasan narkoba. Jika mengetahui ada indikasi penyalahgunaan narkotika, segera laporkan kepada pihak berwenang,” ujar AKP Iswanto.

Dengan pengungkapan kasus ini, Polresta Samarinda berharap dapat menekan angka peredaran narkotika di wilayahnya serta memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan narkotika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *