Portalraya.com, Kutai Kartanegara – Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura melaksanakan ritual adat Ngatur Dahar di kawasan Keraton yang berada di Museum Mulawarman, Tenggarong, Jumat (19/9/2026) malam.
Ngatur Dahar menjadi salah satu rangkaian persiapan menjelang pembukaan pesta adat Erau. Ritual tersebut juga dimaknai sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Wakil Menteri Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Raden Cokro Projo, menjelaskan Ngatur Dahar merupakan bagian dari persiapan adat sebelum seluruh rangkaian Erau dilaksanakan. Prosesi ini dilakukan melalui jamuan makanan sebagai bentuk selamatan sekaligus ungkapan syukur.
“Ngatur Dahar itu artinya kita mengadakan selamatan dan ucapan syukur serta mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh alam lingkungan kami untuk hadir selama Erau dan menikmati segala hidangan selama Erau,” ujar Raden Cokro.
Menurutnya, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk mengikuti prosesi tersebut. Namun, keterbatasan kapasitas tempat membuat seluruh masyarakat belum dapat hadir secara bersamaan.
Untuk mendukung prosesi, pihak kesultanan menyiapkan sebanyak 41 jenis makanan tradisional khas Kutai. Beragam hidangan tersebut menjadi bagian dari jamuan dalam ritual Ngatur Dahar.
“Persiapannya kami menyiapkan 41 macam makanan tradisional khas Kutai dan biasanya dipimpin oleh Dewa Dembelian. Nanti makanannya akan dibagi dan dihidangkan kepada masyarakat,” katanya.
Ngatur Dahar merupakan ritual adat berupa jamuan makan khusus yang dilaksanakan di lingkungan istana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada malam sebelum pembukaan Erau.
Dalam prosesi tersebut, Sultan duduk di atas Tilam Kasturi untuk memimpin jamuan bersama para dewa dan pembantu adat. Sejumlah hidangan tradisional serta jajanan ringan hingga 41 jenis disajikan di hadapan Sultan sebagai bagian dari kelengkapan ritual.
Secara adat, Ngatur Dahar menjadi salah satu penanda dimulainya rangkaian Erau. Ritual ini mengandung ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa agar seluruh rangkaian pesta adat dapat berjalan lancar.
Selain itu, prosesi Ngatur Dahar memperlihatkan keterkaitan antara tradisi jamuan, nilai syukur, dan tata adat yang menjadi bagian dari pelaksanaan Erau di lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.(Ita)
