Portalraya.com, Kutai Kartanegara – Kebakaran menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan permukiman padat Gang Wakaf, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (5/10/2026) sore.
Peristiwa tersebut berdampak terhadap 50 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 151 jiwa. Pendataan terhadap warga terdampak masih dilakukan hingga Selasa (6/10/2026) dini hari.
Lurah Melayu Muhammad Hafidz menyebut, dari total warga terdampak tersebut terdapat tiga anak yang belum bersekolah, 16 siswa SD, empat siswa SMP, delapan siswa SMA, serta 10 mahasiswa.
Hafidz memastikan kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Seorang warga lanjut usia sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap, namun telah mendapatkan penanganan.
Proses pemadaman berlangsung sejak sekitar pukul 16.30 hingga 20.00 WITA. Petugas kemudian melanjutkan pendinginan hingga sekitar pukul 22.00 WITA untuk memastikan kondisi lokasi aman.
Dari pendataan sementara, sebanyak 27 rumah pribadi diketahui terdampak. Jumlah tersebut masih dapat bertambah karena pendataan terhadap rumah kontrakan dan bangunan sewaan belum seluruhnya selesai.
Ketua RT 33 Supriyadi menuturkan, sumber api pertama kali diketahui berada di bagian belakang rumahnya, tepatnya pada salah satu rumah yang disewakan. Kebakaran diduga bermula dari aktivitas memasak yang ditinggalkan penghuni.
“Mulai api itu dari belakang rumah saya, dari rumah sewaan,” kata Supriyadi.
Kondisi permukiman yang cukup rapat membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya. Supriyadi memperkirakan sekitar 75–80 persen bangunan di wilayah RT 33 ikut terdampak.
Pascakebakaran, warga yang terdampak memilih mengungsi sementara di rumah keluarga, kerabat maupun tetangga. Kelurahan Melayu juga menyiapkan sejumlah fasilitas seperti Balai Kelurahan Melayu, TK dan Masjid Muhammadiyah sebagai lokasi pengungsian tambahan jika diperlukan.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, dapur umum dan posko logistik turut disiapkan. Sementara bagi warga yang kehilangan dokumen penting, pendataan dilakukan agar dapat memperoleh bantuan pengurusan kembali melalui instansi terkait.
Sehari setelah kejadian, Selasa (6/10/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mendatangi lokasi sekaligus menyerahkan bantuan bagi warga terdampak. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam kegiatan tersebut diwakili Asisten I Setkab Kukar Taufik Hidayat.
Taufik meminta seluruh warga yang terdampak masuk dalam pendataan, baik penghuni rumah pribadi maupun rumah sewaan. Pemkab juga memastikan warga yang kehilangan dokumen kependudukan akibat kebakaran akan dibantu dalam proses pengurusannya.
Selain penyaluran bantuan, kondisi kawasan permukiman turut menjadi perhatian Pemkab Kukar. Salah satunya menyangkut akses jalan yang sempit dan menyulitkan mobil pemadam kebakaran untuk mencapai titik kebakaran.
“Di sini ada lokasi jalan atau gang yang memang sulit dilewati kendaraan pemadam. Ini perlu penataan, mungkin melalui PU atau Perkim, bagaimana lingkungan ini bisa ditata dan diperlebar sehingga kendaraan, terutama kendaraan pemadam, bisa masuk apabila terjadi sesuatu,” ujar Taufik.
Ketersediaan sumber air untuk penanganan kebakaran juga menjadi catatan. Pemkab Kukar mempertimbangkan penambahan titik pasokan air berupa jaringan hidran di kawasan permukiman tersebut.
“Yang tadi diusulkan adalah penambahan pasokan air, artinya pipa-pipa hidran. Ini juga menjadi perhatian ke depan,” katanya.
Sementara itu, usulan penambahan armada pemadam kebakaran masih akan dikaji dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan serta kondisi kemampuan anggaran daerah. (Ita)
