Korban Kebakaran Gang Wakaf Capai 73 KK, Bantuan Terus Berdatangan

Portalraya.com, Kutai Kartanegara – Jumlah warga terdampak kebakaran di RT 33, Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), bertambah menjadi 73 kepala keluarga (KK) dengan total 218 jiwa.

Data tersebut dihimpun pemerintah kelurahan dan kecamatan setelah dilakukan pembaruan pendataan terhadap warga terdampak.

Lurah Melayu Muhammad Hafidz mengatakan, data 73 KK tersebut sudah mencapai sekitar 98 persen dan masih memungkinkan diperbarui apabila ditemukan warga terdampak yang belum terdata.

“Jumlah KK terdampak korban kebakaran hari ini 73, dengan korban jiwa 218 orang. Kami bisa pastikan sekitar 98 persen data sudah fix, tetapi kami tetap membuka updating data,” kata Hafiz, Rabu (7/10/2026) sore.

Menurutnya, pendataan masih menghadapi sejumlah kendala. Sebagian korban sudah tidak berada di lokasi dan sementara tinggal di rumah kerabat atau keluarga.

Selain itu, beberapa warga tidak dapat dihubungi karena nomor teleponnya tidak aktif. Kondisi tersebut menyulitkan penyebaran informasi melalui grup komunikasi korban kebakaran yang telah dibuat pihak kelurahan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, koordinasi dilakukan melalui komunikasi langsung dengan bantuan RT dan warga setempat yang mengetahui keberadaan para korban.

Pemerintah kelurahan juga mendata kebutuhan siswa yang terdampak kebakaran, khususnya untuk pengadaan seragam sekolah.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 25 siswa SD, terdiri dari 17 laki-laki dan delapan perempuan. Kemudian, delapan siswa SMP yang terdiri dari satu laki-laki dan tujuh perempuan, serta delapan siswa SMA dengan rincian empat laki-laki dan empat perempuan.

Sementara itu, jumlah mahasiswa terdampak tercatat enam orang, terdiri dari satu perempuan dan lima laki-laki. Data tersebut masih dapat berubah seiring pembaruan pendataan.

Di sisi lain, bantuan untuk warga terdampak terus berdatangan. Plt Camat Tenggarong Isnaniah mengatakan, bantuan berasal dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga, yayasan, hingga masyarakat.

“Yang paling banyak sembako, seperti beras, telur, minuman dan air mineral. Tetapi yang masih sangat dibutuhkan itu underwear, pampers untuk balita dan perlengkapan salat,” ujarnya.

Isnaniah menjelaskan, dapur umum masih disediakan sehingga kebutuhan makanan warga untuk sementara tetap terpenuhi.

Pemerintah kecamatan juga menunggu data final sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan dari Dinas Sosial, termasuk perlengkapan dapur dan kebutuhan lainnya.

Pada Rabu sore (7/10/2026), bantuan kembali disalurkan oleh berbagai unsur masyarakat Samarinda melalui Yayasan Jantung Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.

Bantuan tersebut meliputi sembako, susu, roti, popok, pampers, pembalut, dan sejumlah kebutuhan lainnya.

Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak kebakaran, yang sebagian di antaranya masih tinggal bersama keluarga maupun kerabat. (Ita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *