Portalraya.com, Kutai Kartanegara – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pendataan terhadap warga yang terdampak kebakaran dalam beberapa waktu terakhir. Pendataan ini menjadi langkah awal untuk menentukan penanganan selanjutnya, termasuk rencana penataan kembali kawasan permukiman yang terdampak.
Kepala Disperkim Kukar, M. Aidil, menjelaskan bahwa proses pendataan akan dilakukan bersama pihak kelurahan dan kecamatan. Selain mengidentifikasi kerusakan akibat kebakaran, pihaknya juga akan menggali masukan warga terkait konsep penataan lingkungan yang diharapkan setelah musibah tersebut.
“Untuk tahap awal, kami akan melakukan pendataan dulu dan ingin bertemu masyarakat terdampak untuk mengetahui seperti apa penataan lingkungan yang mereka inginkan,” ujarnya, Tenggarong (16/10/2026).
Aidil menyampaikan, penataan kawasan pascakebakaran perlu memperhatikan kondisi lingkungan agar permukiman yang dibangun nantinya menjadi lebih tertata, layak huni, dan sehat. Upaya tersebut juga diharapkan mampu meminimalkan risiko terjadinya kebakaran serupa pada masa mendatang.
“Kami ingin lingkungannya menjadi lebih rapi, layak, dan sehat, sekaligus memitigasi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.
Adapun mengenai rencana anggaran untuk membangun kembali rumah warga yang terdampak, Aidil mengaku belum dapat memastikan pelaksanaannya. Hal ini karena perencanaan kegiatan di Disperkim secara teknis mengikuti mekanisme N+1, yakni kegiatan direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun anggaran berikutnya.
Kendati demikian, Disperkim Kukar akan melakukan koordinasi dengan kepala daerah untuk membahas langkah penanganan yang memungkinkan dilakukan guna membantu masyarakat terdampak kebakaran.
“Secara teknis, kami menggunakan mekanisme N plus 1. Jadi, seharusnya direncanakan untuk tahun depan. Namun, kami akan berkomunikasi dengan pimpinan daerah mengenai penanganan masyarakat yang terdampak,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai bantuan pembangunan rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal masih berlangsung melalui koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, bentuk bantuan maupun waktu realisasinya belum dapat dipastikan.
Aidil berharap kondisi keuangan daerah ke depan semakin membaik sehingga pemerintah dapat memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kebakaran, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal.
“Mudah-mudahan kondisi fiskal kita membaik sehingga pemerintah bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Ita)
