Portalraya.com, Kukar – Dalam rangka memastikan pembangunan wilayah yang inklusif dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) juga menempatkan aspek inovasi dan kolaborasi sebagai pilar utama strategi pembangunan daerah.
Asisten I Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa dan kelurahan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya membangun daya saing wilayah.
“Kita ingin masyarakat lokal menjadi pelaku utama pembangunan, bukan hanya objek. Maka pendidikan vokasional, pelatihan usaha, hingga literasi digital menjadi penting untuk terus kita dorong,” ungkapnya, pada Kamis (20/3/2025).
Ia juga menyebutkan bahwa Pemkab Kukar akan mengembangkan sistem pemantauan berbasis data spasial untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih presisi, khususnya dalam hal tata ruang, distribusi infrastruktur, dan pemetaan potensi wilayah.
“Ke depan, semua keputusan pembangunan akan berbasis pada data dan peta geospasial yang akurat. Ini penting agar intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran,” jelas Taufik.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah akan menggandeng perguruan tinggi, lembaga riset, serta komunitas lokal untuk memperkuat riset dan inovasi berbasis lokal. Tujuannya adalah menciptakan model pembangunan yang adaptif terhadap perubahan sosial dan lingkungan.
“Kalau kita ingin Kukar menjadi kabupaten yang tangguh dan berdaya saing, maka pendekatan kita juga harus terus berkembang. Tidak bisa pakai cara lama menghadapi tantangan baru,” katanya.
Dengan sinergi multipihak, Pemkab Kukar optimistis mampu menjadikan pembangunan wilayah sebagai pendorong utama peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya tahan ekonomi lokal. (Adv/Diskominfo Kukar)
