Portalraya.com, Kukar – Momentum Ramadhan dimanfaatkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, untuk terus menguatkan spiritualitas dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Dalam kunjungannya ke Kecamatan Loa Janan pada Sabtu (22/3/2025), Edi mengajak warga menjadikan bulan suci ini sebagai titik tolak memperkuat nilai-nilai keislaman yang membumi dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen untuk menata hati, mempererat persaudaraan, dan memperkuat komitmen sosial,” ujar Edi.
Dalam kunjungan tersebut, Edi menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah kepada masjid dan musala. Tak hanya sekadar simbolik, bantuan seperti mukena, sarung, mushaf Yaasin, alat pengeras suara, hingga jam digital, menjadi sarana memperkuat fungsi rumah ibadah sebagai pusat pembinaan spiritual dan moral masyarakat.
Ia menekankan bahwa masjid dan musala harus mampu menjadi ruang tumbuhnya nilai kebersamaan, literasi Al-Qur’an, serta penguatan karakter generasi muda.
“Rumah ibadah harus hidup. Bukan hanya ramai saat Ramadhan, tetapi menjadi pusat pembinaan umat sepanjang tahun,” tegasnya.
Selain itu, melalui sinergi dengan BAZNAS Kukar, Pemkab juga menyalurkan bantuan sembako bagi warga yang membutuhkan.
Menurut Edi, bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan tidak ada yang terpinggirkan, terutama di momen Ramadhan yang sarat dengan nilai empati dan kepedulian.
“Kami ingin Ramadhan ini menjadi milik semua, terutama mereka yang membutuhkan. Karena inti dari ibadah adalah kepekaan sosial,” tambahnya.
Edi juga mendorong agar program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) terus dikembangkan. Ia menyebut keberhasilan Kukar sebagai juara MTQ provinsi selama enam tahun berturut-turut sebagai buah dari komitmen kolektif dalam memuliakan Al-Qur’an.
“GEMA bukan hanya soal lomba, tetapi bagaimana kita menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidup, bekerja, dan membangun daerah,” ujarnya.
Dengan semangat Ramadhan, Edi mengajak semua elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan membangun Kukar sebagai kabupaten yang religius, inklusif, dan berkarakter kuat.
“Kita mulai dari hal kecil: menjaga silaturahmi, peduli terhadap sesama, dan memakmurkan rumah ibadah. Dari situlah perubahan besar akan lahir,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar)
