Portalraya.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memilih untuk menunda pembongkaran Jembatan Besi yang melintang di atas Anak Sungai Mahakam, menyusul masukan dari berbagai pihak terkait pentingnya kajian lebih menyeluruh.
Langkah ini diambil setelah rapat koordinasi yang mempertemukan akademisi, pemerhati budaya, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Mereka sepakat bahwa keputusan akhir harus berpijak pada dua hal: keselamatan pengguna dan nilai sejarah jembatan bagi masyarakat.
Struktur tua yang berada di Jalan Danau Semayang, Tenggarong, tersebut masih masuk dalam daftar Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Status ini mendorong perlunya kehati-hatian sebelum memutuskan pembongkaran atau pengalihan fungsi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menjelaskan kondisi teknis jembatan memang mengalami penurunan, namun tidak bisa serta-merta dijadikan dasar pembongkaran tanpa mendengar suara publik.
“Keselamatan itu wajib, tapi kita juga punya tanggung jawab moral untuk menghormati sejarah dan kenangan warga terhadap jembatan ini,” katanya.
Pemerintah daerah kini tengah menyusun tim lintas sektor untuk mengkaji ulang fungsi, kekuatan struktur, dan kemungkinan konservasi. Selama proses berlangsung, semua aktivitas pembangunan dihentikan sementara, termasuk kontrak kerja yang sudah berjalan.
Jembatan Besi sudah lama menjadi bagian dari lanskap kota, bukan hanya sebagai jalur lalu lintas, tapi juga ruang sosial yang menyimpan banyak cerita masa lalu.
Warga dan beerbagai pihak tokoh masyarakat juga menilai, pembongkaran tersebut terkesan terburu-buru dan hanya akan menghilangkan jejak yang sudah terlanjur mengakar.
Masukan warga pun mendorong Pemkab untuk lebih terbuka dan transparan. Proses komunikasi sebelumnya dinilai kurang maksimal dan akan dievaluasi agar tak terulang di proyek lain yang berdampak luas.
Maka dari itu, Wiyono mengaku pihaknya belajar banyak dari dinamika ini. Keterlibatan publik menjadi kunci agar pembangunan tidak bertabrakan dengan kehendak kolektif.
“Setiap keputusan harus melalui pertimbangan yang utuh. Kita tidak ingin tergesa dan mengabaikan yang lebih penting,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)
