Portalraya.com, KUKAR – Desa Genting Tanah di Kecamatan Kembang Janggut mulai menyiapkan langkah strategis untuk ikut serta dalam proyek perdagangan karbon yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi desa dalam memanfaatkan potensi lingkungan secara berkelanjutan.
Wilayah ini masuk dalam kawasan gambut non-kawasan hutan yang dinilai potensial mendukung pemulihan ekosistem melalui skema jasa lingkungan.
Huuu Pemerintah desa pun telah menyampaikan kesiapannya meski proses teknis masih berjalan bertahap.
Gagasan besar ini digulirkan melalui kerja sama antara Pemkab Kukar dan PT Tirta Carbon Indonesia, yang menyasar empat kecamatan untuk pengembangan karbon berbasis masyarakat. Genting Tanah termasuk salah satu desa yang sudah mulai melakukan sosialisasi awal.
Meski pemahaman warga belum sepenuhnya merata, keterlibatan mereka dianggap sebagai modal awal yang penting. Pemerintah desa mengaku membuka ruang partisipasi agar masyarakat bisa memahami peluang sekaligus tanggung jawab dari program ini.
Diperkirakan sekitar 2.000 hingga 3.000 hektare lahan gambut di desa akan dilibatkan. Selain berfungsi sebagai penyangga ekologis, area tersebut diharapkan bisa mendatangkan nilai tambah bagi perekonomian warga melalui skema insentif karbon.
“Kami berharap program ini bisa memberi dampak ganda. Lingkungan terjaga, tapi warga juga ikut merasakan manfaatnya,” kata Kepala Desa Genting Tanah, Junaidi, Selasa (6/5/2025).
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin program ini hanya menjadi proyek jangka pendek tanpa hasil nyata. Karena itu, desa mendorong agar pelibatan warga diperkuat dan dibuat berkelanjutan.
“Kami siap dukung penuh asal pelaksanaan sesuai rencana dan melibatkan warga sejak awal,” tambahnya.
Junaidi berharap Genting Tanah bisa menjadi contoh desa yang mampu menjalankan transisi ekonomi hijau tanpa meninggalkan kepentingan masyarakat.
“Mudah-mudahan sampai nanti berjalan, rencana ini sesuai dengan yang disampaikan dan berkelanjutan,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar)
