Jalan Tani Sebulu–Muara Kaman, Pemantik Baru Produksi Pertanian

BANNER-KOMINFO-KUKAR-FIX

Portalraya.com, KUKAR – Keterisolasian lahan pertanian di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman kini mulai terurai dengan hadirnya akses jalan usaha tani antar-kecamatan.

Jalur yang sebelumnya sulit dijangkau kini berubah menjadi simpul penggerak distribusi hasil panen, memangkas ongkos dan waktu tempuh petani menuju pasar.

Selama bertahun-tahun, petani di dua wilayah ini bergantung pada jalur memutar dengan biaya angkut yang tinggi. Tak sedikit hasil panen yang terlambat sampai atau bahkan rusak sebelum tiba di tangan konsumen. Kini, jalur langsung yang dibangun membawa perubahan nyata di tingkat akar rumput.

Pembangunan jalan ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan pertanian terintegrasi. Tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, proses pengerjaan juga melibatkan TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin, menilai infrastruktur ini sebagai bentuk keberpihakan terhadap sektor pangan yang selama ini belum mendapatkan perhatian maksimal.

“Dulu petani harus memutar jauh dan biaya angkutnya mahal. Sekarang distribusi jauh lebih cepat, dan hasil panen bisa langsung sampai ke pasar,” ujarnya, Selasa (6/5/2025).

Lebih dari 600 hektare lahan kini terkoneksi langsung ke jalur distribusi. Komoditas seperti padi, jagung, dan hortikultura yang sebelumnya sulit dipasarkan, kini memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas. Kawasan ini bahkan berpotensi menjadi kantong produksi baru yang penting bagi Kukar.

Edy juga menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam membangun desa. Peran aktif masyarakat, menurutnya, menjadi penentu keberlanjutan proyek infrastruktur seperti ini.

“Pembangunan jalan ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada petani,” tegasnya.

Dengan TNI ikut terlibat dalam proses pengerjaan, semangat gotong royong kembali tumbuh. Jalan yang dibuka mungkin sederhana, tapi dampaknya terasa besar bagi kehidupan para petani.

“Gotong royong kembali kami hidupkan bersama TNI, perangkat desa, dan para petani. Ini bukti bahwa kemandirian bisa dimulai dari jalan kecil yang dibuka dengan niat besar,” pungkas Edy. (Adv/Diskominfo Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *