Portalraya.com, KUKAR – Mengantisipasi kemarau yang diperkirakan datang pada Juli 2025, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara bergerak cepat mempercepat masa tanam padi dan jagung.
Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sebelum musim hujan benar-benar berhenti.
Percepatan dilakukan selama Mei dan Juni. Masa tersebut dinilai sebagai waktu paling tepat agar hasil panen tidak terganggu kekeringan.
“Kami dorong petani memanfaatkan waktu tanam sebelum kemarau. Ini penting agar hasil pertanian tetap optimal,” kata Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, Senin (19/5/2025).
Program ini juga merupakan bagian dari strategi nasional. Pemantauan harian oleh Kementerian Pertanian dilakukan untuk memantau capaian luas tanam di seluruh daerah.
“Kukar masuk zona hijau dengan capaian luas tanam lebih dari 85 persen. Ini jadi catatan positif di tengah keterbatasan yang ada,” ujarnya.
Taufik menjelaskan, jika petani menunda masa tanam, risiko gagal panen akibat kekurangan air akan meningkat. Maka dari itu, semua proses dipercepat agar petani bisa panen sebelum kekeringan melanda.
“Ini bukan soal kejar target, tapi soal menjaga ketahanan pangan lokal,” tegasnya.
Distanak juga menyiapkan pendampingan teknis agar proses percepatan bisa berjalan lancar di lapangan. Langkah ini dilakukan menyeluruh di sentra pertanian Kukar.
“Pendampingan terus kami lakukan agar petani tidak bingung dalam penyesuaian musim,” kata Taufik.
Maka dari itu, pihak Distanak akan terus melakukan upaya percepatan dan pendampingan agar hasil yang diraih dapat maksimal.
“Semakin cepat ditanam, semakin besar peluang panen berhasil,” pungkasnya (Adv/Diskominfo Kukar)
