DLHK Kukar Dorong Pendekatan Dialogis dan Klarifikasi Awal dalam Menangani Persoalan Lingkungan

BANNER DINAS LINGKUNGAN HIDUP & KEHUTANAN 5

Portalraya.com, Kukar– Dalam upaya memperkuat tata kelola lingkungan yang adil dan berkelanjutan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan pentingnya penerapan pendekatan dialogis dan klarifikasi awal dalam menangani setiap dugaan persoalan lingkungan. Selasa, (07/10/2025).

Langkah ini dinilai menjadi kunci menjaga keharmonisan antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah tanpa harus menimbulkan ketegangan sosial maupun hukum.

Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, Pramudia Wisnu, menuturkan bahwa mekanisme penyelesaian persoalan lingkungan sebaiknya diawali melalui komunikasi di tingkat bawah.

Pendekatan awal ini memungkinkan setiap pihak untuk duduk bersama, mencari solusi konstruktif, dan memberikan kesempatan bagi pelaku usaha memperbaiki kesalahan sebelum muncul tindakan penegakan hukum yang lebih berat.

“Kalau ada dugaan persoalan lingkungan, sebaiknya diselesaikan lebih dulu di tingkat bawah melalui pendekatan. Jangan langsung dibawa ke tingkat atas sebelum dilakukan klarifikasi dan pembinaan,” ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, pendekatan bertahap ini tidak hanya menghindarkan konflik yang berlarut, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memahami tanggung jawab mereka terhadap keberlanjutan lingkungan.

DLHK Kukar menilai pembinaan merupakan bagian penting dari strategi pengendalian dampak lingkungan, bukan semata-mata penindakan.

“DLHK tidak semata-mata menindak, tapi memastikan kegiatan yang dilakukan sudah sesuai ketentuan. Kalau ada kekeliruan, kami berikan pembinaan dulu agar bisa diperbaiki,” tambahnya.

Meski menghadapi tantangan seperti lokasi pengawasan yang jauh dan respons beragam dari masyarakat maupun perusahaan, DLHK tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

Wisnu menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat, baik dalam melaporkan dugaan pencemaran maupun berkontribusi mencari solusi bersama sebelum kasus dibawa ke tingkat lebih tinggi.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, DLHK Kukar optimistis bahwa penanganan persoalan lingkungan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan berkeadilan.

Pendekatan dialogis ini diharapkan mampu memperkuat budaya kepedulian lingkungan sekaligus mendorong pembangunan daerah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *