Portalraya.com, Kukar – Keberhasilan TPS 3R “Sumber Rejeki” Loa Tebu dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan kini menjadi inspirasi bagi banyak wilayah lain di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melihat dampak positif yang dihasilkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar tengah menyiapkan program replikasi agar model pengelolaan berbasis masyarakat ini dapat diterapkan di berbagai kelurahan dan kecamatan di seluruh Kukar. Senin, (13/10/2025).
Menurut pengelola TPS 3R “Sumber Rejeki”, Anisa, keberhasilan Loa Tebu telah menarik perhatian banyak pihak. “Sudah banyak kelurahan yang datang ke sini untuk belajar. Mereka melihat hasil nyata lahan yang lebih bersih, warga yang kompak, dan sistem yang menghasilkan nilai ekonomi. Ini membuat mereka tertarik untuk meniru model kami,” ujarnya dengan bangga.
DLHK Kukar menilai keberhasilan Loa Tebu bukan sekadar keberhasilan teknis, tetapi juga bukti nyata bahwa pendekatan partisipatif mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Melalui program replikasi ini, TPS 3R Sumber Rejeki akan dijadikan lokasi percontohan resmi bagi daerah lain untuk belajar langsung mengenai tata kelola, manajemen operasional, hingga strategi pemberdayaan masyarakat.
Dalam tahap awal, DLHK Kukar berencana memberikan pendampingan teknis dan bantuan sarana prasarana, seperti bak kompos, mesin pencacah, dan alat press plastik.
“Target kami, setiap kecamatan di Kukar memiliki minimal satu TPS 3R aktif pada tahun 2026,” ungkap seorang pejabat DLHK Kukar.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Bersih dan Hijau melalui pengelolaan sampah terpadu yang mandiri dan berorientasi lingkungan.
Lebih jauh, DLHK Kukar menegaskan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada edukasi masyarakat, disiplin, dan kolaborasi lintas sektor.
Dengan bimbingan yang tepat, masyarakat dapat mandiri mengelola sampahnya sendiri, mengurangi beban TPA, dan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui daur ulang dan produksi kompos.
Replikasi model TPS 3R “Sumber Rejeki” diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terbentuknya sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di seluruh Kutai Kartanegara.
Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diyakini akan melahirkan perubahan nyata menuju masa depan yang lebih hijau, bersih, dan berdaya ekonomi lokal. (Adv/DLHK KUKAR)
