Portalraya.com, Kukar-Dalam menghadapi dinamika perubahan zaman yang semakin kompleks, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam terus menguatkan peran pembinaan generasi muda lewat program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program ini menyasar remaja berusia 15 hingga 19 tahun, dengan tujuan menanamkan nilai keimanan, moral, serta tanggung jawab sosial agar mereka tumbuh menjadi generasi yang matang secara spiritual dan emosional sebelum memasuki kehidupan dewasa. Rabu, (22/10/2025).
Kepala Kementerian Agama Tenggarong, Ariyadi F, S.Ag, menjelaskan bahwa BRUS merupakan langkah strategis Kemenag dalam menghadapi maraknya fenomena pernikahan usia dini.
Menurutnya, remaja perlu diberikan pemahaman dan arahan yang positif agar mampu menunda pernikahan hingga benar-benar siap secara mental, ekonomi, dan spiritual.
“Remaja kita perlu diarahkan, bukan sekadar dilarang. Dengan pembinaan yang tepat, mereka akan memahami arti tanggung jawab dan makna kedewasaan. BRUS hadir sebagai wadah yang mengedepankan nilai-nilai agama, pendidikan, dan karakter,” ujar Ariyadi.
Melalui pendekatan yang holistik, kegiatan BRUS melibatkan berbagai unsur mulai dari sekolah, pesantren, organisasi kepemudaan, hingga penyuluh agama yang bertindak sebagai fasilitator di lapangan.
Mereka berperan aktif memberikan edukasi mengenai moderasi beragama, kesehatan reproduksi remaja, pentingnya pendidikan, serta bahaya pernikahan dini.
Program ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi, berekspresi, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan interaktif seperti lokakarya, simulasi, dan pembinaan keagamaan.
Hasilnya, BRUS terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran remaja untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik.
Program ini juga menjadi jembatan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan lembaga keagamaan dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang positif dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat, Ariyadi berharap BRUS dapat berkembang menjadi gerakan nasional pembinaan karakter remaja, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yakni melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global dengan semangat moderasi beragama dan kecerdasan moral.(Silvi)
