Portalraya.com, Kukar – Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025 di Kecamatan Tenggarong telah mencapai 95 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Camat Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso, yang memastikan seluruh elemen panitia siap menyambut ribuan peserta dari 20 kecamatan se-Kukar. Kamis, (23/10/2025).
“Alhamdulillah, persiapan sudah 95 persen. Semua sudah siap, mulai dari pemondokan kafilah, Dewan Hakim, hingga arena lomba. Ada 13 arena plus satu arena utama yang seluruhnya telah siap digunakan,” ujar Syukur.
Panitia juga telah menyiapkan dua pemondokan untuk setiap kecamatan, lengkap dengan dua LO (liaison officer), dua sopir, dan kendaraan operasional gratis.
Sebagai langkah koordinasi, panitia sebelumnya telah melakukan pembekalan bagi pemilik rumah dan LO agar memahami peran mereka sebagai tuan rumah yang baik dan ramah.
Selain itu, pawai taaruf yang sempat terhenti sejak pandemi COVID-19 akan kembali digelar pada Jumat (24/10/2025). Menariknya, pawai tahun ini akan menampilkan miniatur Al-Qur’an raksasa sebagai simbol semangat syiar Islam di Bumi Kutai.
Rute pawai sejauh 2,3 kilometer akan melintasi kawasan utama kota Tenggarong, diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Sementara itu, malam pembukaan MTQ akan berlangsung di halaman Stadion Rondong Demang dan menghadirkan Hadad Alwi, artis religi legendaris yang telah lama dicintai masyarakat.
“Awalnya kami rencanakan Opick, namun beliau sedang umrah. Hadad Alwi kami datangkan sebagai pengganti, insyaallah tetap membawa suasana religius dan penuh makna,” tutur Syukur.
Panitia juga memberi perhatian khusus terhadap pelaku ekonomi lokal. Sebanyak 40 tenda gratis disediakan bagi pelaku UMKM, difasilitasi oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Tenggarong.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang usaha bagi masyarakat selama gelaran MTQ berlangsung.
Syukur pun mengajak seluruh masyarakat Tenggarong untuk ikut menyemarakkan acara.
“Kesempatan menjadi tuan rumah MTQ tidak datang setiap tahun, mungkin 20 tahun lagi baru terulang. Mari kita ramaikan, tunjukkan keramahan dan semangat religius masyarakat Kota Raja,” pungkasnya.(Silvi)
