Portalraya.com, Kukar– RSUD A.M. Parikesit terus menegaskan posisinya sebagai pusat rujukan layanan kanker terintegrasi di Kalimantan Timur. Melalui pengembangan layanan di Gedung Murai, rumah sakit ini kini mampu memberikan layanan kemoterapi outpatient hingga tujuh pasien per hari serta radioterapi dengan kapasitas sekitar 40 pasien setiap hari, didukung kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan sistem layanan berstandar tinggi. Kamis, (15/01/2026).
Direktur RSUD A.M. Parikesit, Martina Yulianati, menyampaikan bahwa seluruh layanan utama telah disiapkan secara matang. “Untuk kemoterapi, kami memiliki skema rawat jalan atau outpatient, sehingga pasien bisa langsung pulang setelah tindakan. Sementara untuk radioterapi, kapasitas pelayanan kami bisa mencapai 40 pasien per hari,” jelasnya.
Yulianati menambahkan, meski proses pelengkapan sarana pendukung masih terus dilakukan, SDM vital yang dibutuhkan untuk mengoperasionalkan layanan radioterapi telah tersedia.
“Radioterapi membutuhkan tenaga khusus, dan SDM tersebut sudah siap seluruhnya. Ke depan, seiring peningkatan jam operasional, jumlah tenaga kesehatan juga akan kami tambah,”ujarnya.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa layanan kanker di RSUD A.M. Parikesit merupakan bagian dari program unggulan daerah yang dapat diakses gratis cukup dengan KTP Kutai Kartanegara.
“Ini yang harus digarisbawahi. Seluruh warga Kukar yang mendapatkan rujukan dari puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama, kemudian melalui proses skrining dan dinyatakan perlu berobat di sini, seluruh biayanya ditanggung pemerintah daerah,” tegas Aulia.
Selain penguatan layanan, RSUD A.M. Parikesit juga disiapkan sebagai rumah sakit pendidikan. Saat ini, rumah sakit tersebut aktif menjadi wahana pendidikan klinik bagi Universitas Mulawarman (UNMUL) dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), seiring kebijakan nasional yang masih mewajibkan fakultas kedokteran berbasis universitas (university-based).
Dalam jangka panjang, Pemkab Kutai Kartanegara juga menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Hasanuddin untuk pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis.
“Kami telah menandatangani perjanjian kerja sama. Dokter spesialis dan subspesialis akan bertugas di seluruh rumah sakit di Kukar selama kurang lebih tiga tahun, dengan pembiayaan take home pay ditanggung pemerintah daerah,”ungkap Aulia.
Dengan integrasi layanan kanker, kesiapan SDM, skema pembiayaan gratis, serta kolaborasi pendidikan dan spesialisasi medis, RSUD A.M. Parikesit melangkah mantap sebagai simbol transformasi layanan kesehatan publik yang modern, inklusif, dan berorientasi masa depan di Kalimantan Timur.(Silvi)
