Portalraya.com, Kukar– Semangat perjuangan rakyat Sangasanga kembali diteguhkan dalam peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih, yang digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap heroisme masyarakat setempat dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1947.
Momentum bersejarah ini tidak hanya menjadi ajang mengenang masa lalu, tetapi juga refleksi arah perjuangan generasi masa kini dalam mengisi kemerdekaan. Selasa, (27/01/2026).
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ir. H. Seno Aji, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa perjuangan rakyat Sangasanga memiliki makna strategis dalam sejarah nasional dan harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai nilai kehidupan.
“Kegiatan hari ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap perjuangan para pendahulu di Sangasanga. Pada tahun 1947, mereka berjuang dengan penuh keberanian untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Seno Aji.
Ia menambahkan, peringatan Peristiwa Merah Putih harus menjadi tonggak penting dalam membangun kesadaran generasi muda agar mampu melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara yang relevan dengan tantangan zaman.
“Perjuangan hari ini tidak lagi diwujudkan melalui angkat senjata, tetapi melalui upaya mengisi kemerdekaan dengan baik dengan pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, menjaga persatuan, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa,” tegasnya.
Menurut Seno Aji, Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki modal sejarah dan sosial yang kuat untuk menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional. Nilai keberanian, pengorbanan, dan solidaritas yang diwariskan oleh pejuang Sangasanga dinilai sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan.
“Kita berharap semangat perjuangan Sangasanga dapat menjadi fondasi moral dalam pembangunan Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara, sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan cinta tanah air,” lanjutnya.
Peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih juga diharapkan mampu memperkuat identitas kolektif masyarakat Sangasanga sebagai Kota Juang. Dari wilayah yang relatif kecil ini, sejarah mencatat kontribusi besar dalam menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui peringatan ini, api perjuangan yang menyala pada tahun 1947 diharapkan terus hidup dalam denyut pembangunan masa kini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, kolaborasi, dan komitmen untuk mewujudkan masa depan Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.(Silvi)
