Portalraya.com, Kutim– Dalam sebuah demonstrasi kolaborasi masyarakat yang luar biasa, Polsek Muara Wahau, bekerja sama dengan PT Tapian Nadenggan (Sinarmas Group) dan warga setempat, berhasil memanen sekitar 1 ton jagung pipil dari lahan seluas satu hektar di Desa Jak Luay, Kecamatan Muara Wahau, pada 4 Februari 2026. Pencapaian ini menegaskan komitmen daerah dalam mendukung inisiatif ketahanan pangan Indonesia di bawah program Asta Cita Presiden RI.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, memuji inisiatif tersebut, menekankan peran strategis polisi dalam memastikan stabilitas ketahanan pangan.
“Program ketahanan pangan ini adalah implementasi langsung dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden yang harus kita dukung penuh. Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tapi juga harus hadir menjadi solusi di tengah masyarakat, termasuk dalam memastikan ketersediaan pangan,” ujarnya.
Panen di Desa Jak Luay diharapkan menjadi model bagi daerah lain. “Sinergi antara Polsek, pihak swasta seperti PT Tapian Nadenggan, dan pemilik lahan adalah kunci. Jika pola kemitraan ini diperluas, swasembada pangan di Kutai Timur bukan hal yang mustahil,” tambah AKBP Fauzan Arianto.
Di lokasi, Kapolsek Muara Wahau, IPTU Sumartono, menjelaskan pelaksanaan program, mencatat jagung ditanam pada 8 Oktober 2025 di lahan warga.
“Hari ini, kita saksikan hasil kerja keras bersama. Dari lahan satu hektar yang dikelola dengan sistem tumpang sari, kita bisa memanen sekitar 1 ton jagung pipil, membuktikan lahan kita produktif dengan manajemen baik,” katanya.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan PT Tapian Nadenggan, termasuk Security Region Kaltim 2 H.M. Ilyas, dan staf manajemen kebun. IPTU Sumartono soroti peran aktif personelnya dan terima kasih kepada PT Tapian Nadenggan atas dukungan teknis dan logistik, memastikan suksesnya panen.
Inisiatif ini mencerminkan kemitraan kuat yang bertujuan meningkatkan produksi pangan lokal dan mendukung tujuan ketahanan pangan nasional.(Silvi)
