Portalraya.com, Kukar-Pengawasan Pangan Menjelang Ramadhan Diperkuat, Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas Harga dan Keamanan Konsumsi Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, pemerintah daerah bersama Badan Pangan Nasional memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan stabilitas harga serta keamanan pangan bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mengantisipasi potensi gejolak pasar akibat meningkatnya kebutuhan konsumsi, khususnya terhadap bahan pangan pokok, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Senin, (09/02/2026).
Persiapan tersebut dibahas dalam pertemuan daring antara pemerintah daerah dan Badan Pangan Nasional, yang salah satu fokus utamanya adalah rencana pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Ramadhan.
Program ini dirancang sebagai instrumen pengendalian harga agar tetap terjangkau sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan di pasaran. Pelaksanaannya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat agar dapat dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ananias, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah teknis sambil menunggu kebijakan pusat. Ia menegaskan bahwa pengendalian harga dan pengawasan keamanan pangan menjadi prioritas utama menjelang Ramadhan hingga Lebaran.
“Kami berharap tidak terjadi gejolak harga, khususnya untuk pangan pokok, karena sejauh ini ketersediaan masih dapat dikendalikan,” ujarnya usai menghadiri kegiatan Kaseh Selamat Sultan Kutai Kartanegara di Kedaton Kutai Kartanegara.
Dalam implementasinya, Dinas Ketahanan Pangan Kukar bersama tim pengendali harga dari Badan Pangan Nasional telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional. Pengawasan difokuskan pada pangan segar asal tumbuhan, terutama sayur-sayuran dan buah-buahan.
Selain memantau harga, tim juga melakukan pemeriksaan kandungan residu pestisida untuk memastikan produk yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya tingkat konsumsi pangan segar selama Ramadhan.
Pemerintah ingin memastikan bahwa peningkatan permintaan tidak diikuti dengan peredaran produk pangan yang berpotensi membahayakan kesehatan. Pengawasan keamanan pangan akan terus dilakukan secara berkala hingga Idulfitri.
Pengawasan ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari kepolisian, dinas ketahanan pangan, dinas perindustrian dan perdagangan, dinas perizinan, hingga bagian ekonomi. Petugas lapangan juga ditugaskan untuk memantau perkembangan harga setiap hari sebagai bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan cepat apabila diperlukan.
Selain isu harga dan keamanan pangan, pemerintah daerah juga masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait mekanisme pelaksanaan program makan bergizi gratis bagi anak-anak selama bulan Ramadhan.
Hingga kini, belum ada ketentuan teknis mengenai pola pelaksanaannya di bulan puasa. Pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan program tersebut begitu petunjuk resmi diterbitkan.
Dengan penguatan pengawasan, koordinasi lintas sektor, dan kesiapan menjalankan program strategis nasional, pemerintah optimistis stabilitas harga dan keamanan pangan dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan aman, nyaman, dan tenang.(Silvi)
