Portalraya.com, Gunung Kidul– Komitmen Kepolisian Resor Gunungkidul dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat harmoni sosial lintas iman kembali diwujudkan melalui pendekatan dialogis dan humanis. Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan “Wedangan Lan Ngobrol Bareng” bersama Badan Kerja Sama (BKS) Gereja-gereja Kristen Gunungkidul yang digelar di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Senin (09/02/2026).
Kegiatan ini dikemas dalam suasana santai dan penuh keakraban, mencerminkan pendekatan kultural khas Jawa yang menekankan nilai kebersamaan, keterbukaan, dan rasa saling percaya.
Sambil menikmati sajian wedangan tradisional, Kapolres bersama jajaran berdialog langsung dengan para pendeta dan pengurus gereja mengenai berbagai isu strategis, khususnya terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan tempat ibadah.
Forum ini menjadi ruang komunikasi dua arah yang konstruktif. Para pengurus gereja menyampaikan sejumlah masukan, mulai dari aspek teknis pengamanan kegiatan ibadah hingga dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Aspirasi tersebut diterima secara terbuka sebagai bagian dari upaya Polres Gunungkidul dalam membangun kebijakan keamanan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Dalam sambutannya, AKBP Damus Asa menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan aktivitas keagamaannya dengan aman dan nyaman, tanpa rasa khawatir. Ia menekankan bahwa keamanan bukan semata tugas aparat, melainkan hasil dari sinergi yang kuat antara kepolisian, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami sangat mengharapkan dukungan serta peran aktif para tokoh agama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Dengan komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan, kita dapat mencegah potensi gangguan sejak dini. Kolaborasi ini menjadi kunci terwujudnya Gunungkidul yang aman, nyaman, dan damai,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres juga menyampaikan bahwa pendekatan dialog seperti ini akan terus digalakkan sebagai bagian dari strategi community policing, di mana Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga persatuan dan toleransi.
Kegiatan “Wedangan Lan Ngobrol Bareng” ini ditutup dengan komitmen bersama antara Polres Gunungkidul dan BKS Gereja-gereja Kristen Gunungkidul untuk menjalin komunikasi rutin dan memperkuat koordinasi, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah Karangmojo dan Gunungkidul secara umum.
Dengan pendekatan yang mengedepankan dialog, kearifan lokal, dan nilai kebersamaan, Polres Gunungkidul menegaskan posisinya sebagai institusi yang adaptif dan humanis dalam merawat kebhinekaan serta menjaga stabilitas sosial di Bumi Handayani.(Silvi)
