Portalraya.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Hal ini ditandai dengan dibukanya Rapat Kerja Teknis (Rakernis) penyuluhan pertanian se-Kukar oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, di Hotel Grand Elty Singgasana, Jalan Pahlawan Bukit Biru, Tenggarong, Selasa pagi (19/08/2025). Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong.
Mengusung tema “Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Dalam Mendukung Program Swasembada Pangan”, Rakernis berlangsung selama tiga hari dengan diikuti 128 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari berbagai kecamatan. Hadir sebagai narasumber perwakilan Kementerian Pertanian RI, serta pejabat daerah seperti Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, dan Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar, M. Aidil.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menegaskan bahwa Rakernis bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi para penyuluh. “Melalui forum ini, penyuluh akan mendapatkan pengetahuan baru sehingga dapat mendampingi petani lebih efektif. Penyuluh adalah ujung tombak keberhasilan pertanian Kukar,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono menekankan bahwa pertanian merupakan sektor prioritas dalam pembangunan daerah. Mewakili Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kukar berkomitmen penuh membangun sistem penyuluhan berkelanjutan.
“Rakernis ini strategis, karena penyuluh adalah garda terdepan dalam menjaga produktivitas. Kami ingin pertanian Kukar tidak hanya swasembada, tetapi juga mampu menjadi penyangga pangan Kalimantan Timur dan IKN,” tegas Sunggono.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa Kukar kini tengah mendorong transformasi ekonomi dari sektor sumber daya alam tak terbarukan menuju sektor berbasis keberlanjutan. “Pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung baru perekonomian Kukar. Melalui program Kukar Idaman Terbaik, kita ingin menjadikan pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan,” pungkasnya.(Silvi)
