Portalraya.com, Samarinda – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kepemanduan Outbound di Hotel Aston Samarinda, pada 8–10 Oktober 2025.
Kegiatan ini menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jana Dharma Indonesia Yogyakarta sebagai mitra pelaksana uji kompetensi, dan diikuti oleh peserta dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta pengelola obyek wisata di berbagai daerah.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis kepemanduan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai “Sadar Wisata” yang menjadi landasan etika dan perilaku profesional di bidang pariwisata. Ketua Pokdarwis, Luki, menegaskan bahwa prinsip sadar wisata menjadi aspek penting yang wajib diterapkan oleh setiap pemandu wisata, terutama dalam kegiatan outbound.
“Nilai sadar wisata itu sangat penting untuk ditanamkan kepada peserta. Dalam aktivitas outbound, kita tidak hanya sekadar bermain atau melakukan fun game, tetapi juga membangun kerja sama, tanggung jawab, dan kesadaran menjaga Sapta Pesona,” jelasnya.
Menurut Luki, kegiatan outbound harus mampu menciptakan semangat kebersamaan dan gotong royong di antara peserta, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan wisata tempat mereka beraktivitas.
Sementara itu, Dion, praktisi kepemanduan outbound asal Yogyakarta yang turut menjadi narasumber dalam pelatihan ini, menjelaskan makna dan prinsip dasar dari konsep “Sadar Wisata”.
“Sadar wisata berarti masyarakat memahami bahwa lingkungan tempat mereka tinggal memiliki potensi wisata yang bisa dikelola. Prinsip utamanya adalah rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap daerah sendiri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat lokal dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.
“Potensi wisata harus dikelola oleh masyarakat agar manfaatnya langsung dirasakan bersama. Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian alam adalah bagian tak terpisahkan dari praktik sadar wisata,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya memperoleh sertifikasi kompetensi kepemanduan outbound, tetapi juga pemahaman yang lebih luas tentang etika wisata berkelanjutan.
Dengan sinergi antara profesionalisme, kesadaran lingkungan, dan semangat kebersamaan, Dispar Kukar berharap kegiatan serupa dapat terus memperkuat pondasi pariwisata daerah yang mandiri, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi.(Silvi)
