Bank Sampah Mandiri Desa Suka Maju, Gerakan Kecil yang Menjadi Teladan Pengelolaan Lingkungan dan Ekonomi Sirkular di Kutai Kartanegara

BANNER DINAS LINGKUNGAN HIDUP & KEHUTANAN 5

Portalraya.com, Kukar – Dari semangat warga sederhana di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong, kini tumbuh sebuah gerakan besar yang menginspirasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bank Sampah Mandiri (BSM), di bawah kepemimpinan Yayuk Sehaty, telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan sumber pemberdayaan sosial. Jum’at, (10/10/2025).

“Awalnya kami hanya kumpul dan jual ke pengepul, khususnya sampah yang ada nilai jualnya,” kata Yayuk.

Dari inisiatif sederhana itulah lahir sistem pengelolaan sampah yang kini menjadi kebanggaan warga dan contoh bagi desa-desa lain di Kutai Kartanegara.

BSM menerapkan konsep nasabah sampah, di mana warga menabung dengan cara menyetorkan sampah rumah tangga seperti plastik, kertas, kardus, logam, dan kaca. Setiap jenis sampah ditimbang, dinilai, dan dikonversi menjadi saldo di buku tabungan.

“Dengan sistem ini, warga terdorong menjaga kebersihan sekaligus menabung untuk masa depan,” ujar Yayuk.

Kegiatan ini bukan hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular di tingkat desa.

Melalui kolaborasi lintas sektor, BSM mendapatkan dukungan dari PT Sumalindo Hutani Jaya II (SHJ II) melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), serta perusahaan lain seperti PT Pama Persada Nusantara, PT Jembayan Muara Bara (JMB), dan PT Hirmalita Kutai Makmur (HKM).

Berkat pendampingan teknis dan pembangunan workshop dari mitra perusahaan, warga kini mampu berinovasi dengan mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai tambah, seperti lampion, cinderamata, hingga paving block daur ulang.

“Sekarang di lingkungan kami sudah tidak ada lagi sampah yang terbuang. Semua bisa kami manfaatkan,” tutur Yayuk .

Produk paving block hasil olahan warga bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi baru yang menopang operasional bank sampah dan membuka lapangan kerja bagi pemuda desa.

Dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, BSM kini menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil.

“Lebih baik hidup dari sampah, daripada hidup menjadi sampah,” tegas Yayuk, sebuah filosofi sederhana yang kini menginspirasi gerakan hijau di seluruh Kutai Kartanegara. (Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *