Portalraya.com, Kukar– Program pengelolaan sampah di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) kini menjelma menjadi salah satu gerakan ekonomi hijau paling inspiratif di Kalimantan Timur. Jumat (10/10/2025).
Melalui Bank Sampah Mandiri (BSM), ratusan warga berhasil mengubah cara pandang terhadap limbah rumah tangga dari beban menjadi sumber penghasilan dan pemberdayaan sosial.
Ketua Bank Sampah Mandiri, Yayuk Sehaty, menjelaskan bahwa saat ini lembaganya memiliki 365 nasabah aktif yang secara rutin menabung sampah setiap bulan. Setiap sampah diklasifikasikan berdasarkan jenisnya mulai dari plastik, kertas, kardus, hingga logam dan dipilah secara cermat agar daur ulang berjalan efisien serta memiliki nilai jual optimal.
“Setiap jenis sampah ditimbang menggunakan timbangan terkalibrasi, lalu dihitung sesuai harga pasar yang berlaku. Nilainya langsung kami kreditkan ke buku tabungan masing-masing nasabah,” jelas Yayuk.
Yang menarik, warga Desa Suka Maju memiliki tradisi unik, hasil tabungan sampah dapat dicairkan setiap menjelang bulan Ramadan, baik dalam bentuk uang tunai maupun kebutuhan pokok seperti gula, kopi, dan minyak goreng.
“Masyarakat bebas memilih, mau diuangkan atau ditukar dengan sembako sesuai saldo tabungan,” tambahnya.
Selain menampung setoran dari warga, Bank Sampah Mandiri juga menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan sekitar, termasuk PT Pama Persada Nusantara, PT Jembayan Muara Bara (JMB), PT Hirmalita Kutai Makmur (HKM), dan PT Sumalindo Hutani Jaya II (SHJ II).
Dukungan tersebut memperkuat kapasitas bank sampah, baik dari sisi volume setoran maupun keberlanjutan operasional.
Sebagian keuntungan hasil penjualan sampah digunakan untuk kegiatan sosial dan operasional komunitas, seperti bakti lingkungan dan pelatihan daur ulang kreatif.
Dampaknya kini terasa luas bukan hanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga peningkatan ekonomi keluarga dan terbukanya lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Yayuk berharap, Bank Sampah Mandiri dapat terus berkembang dan menghasilkan lebih banyak produk inovatif ramah lingkungan, seperti paving block plastik daur ulang yang saat ini menjadi salah satu unggulan desa.
“Semakin banyak warga sadar, semakin besar peluang kita menjadikan sampah sebagai sumber rezeki,” ujarnya dengan senyum optimis.
Melalui kombinasi kesadaran lingkungan, solidaritas sosial, dan inovasi lokal, Bank Sampah Mandiri Suka Maju membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan kecil di rumah sendiri. (Adv/DLHK KUKAR)
