Portalraya.com,Kukar– Dalam menghadapi pesatnya perkembangan global, termasuk kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), Kelurahan Sukarame mengusung pendekatan unik dengan memadukan nilai-nilai budaya luhur dan semangat modernisasi. Langkah ini juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kutai Kartanegara, terutama dalam upaya penguatan kesadaran lingkungan masyarakat. Rabu, (01/10/2025).
Lurah Sukarame, Muhammad Zulkifli, menegaskan bahwa pembangunan tanpa dilandasi nilai-nilai budaya tidak akan memiliki makna.
“Tanpa adab, peradaban akan nol. Begitu juga sebaliknya. Kita harus mampu memadukan teknologi modern dengan nilai luhur kita,” ujarnya.
Menurut Zulkifli, prinsip tersebut diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk komunikasi dan pengelolaan lingkungan.
Dalam era digital, Sukarame tetap menekankan pentingnya silaturahmi tatap muka sebagai fondasi sosial. Media online digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti interaksi langsung antarwarga.
Sementara dalam program pengelolaan sampah, kolaborasi dengan DLHK dilakukan melalui pendekatan budaya. Edukasi dan pelibatan masyarakat disisipkan dalam kegiatan keagamaan, posyandu, hingga pertemuan RT.
“Pendekatannya bukan sekadar teknis, tapi juga moral dan sosial. Kita ingin warga memahami bahwa sampah bisa menjadi komoditas bernilai ekonomi,” jelasnya.
Zulkifli juga menekankan pentingnya proses dan kesabaran dalam membangun masyarakat. Ia mencontohkan filosofi bambu yang menguatkan akar sebelum tumbuh tinggi.
“Kalau akarnya kuat, masyarakat akan tangguh menghadapi tantangan modernisasi,” tambahnya.
Terkait keberadaan IKN, Sukarame melihatnya bukan sebagai beban, melainkan peluang kolaborasi dan peningkatan daya saing lokal.
“Kita ingin menjadi bagian dari pembangunan, bukan sekadar penyangga. Tapi kita juga tidak boleh kehilangan jati diri budaya,” tegas Zulkifli.
Pendekatan harmonis ini mencerminkan visi bahwa pembangunan sejati bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang penguatan karakter, budaya, dan kesadaran lingkungan masyarakat.
“Modernisasi boleh maju, tapi budaya luhur jangan ditinggalkan,” pungkas Lurah Muhammad Zulkifli. (Adv/DLHK KUKAR)
