Taman Tanjong Tenggarong, Simbol Ruang Publik Modern yang Terus Dibenahi untuk Kenyamanan Wisatawan

BANNER DINAS LINGKUNGAN HIDUP & KEHUTANAN 5

Portalraya.com, Kukar – Taman Tanjong, yang berlokasi di jantung Kota Tenggarong, kini menjadi salah satu ikon ruang publik modern di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Dibangun dengan konsep menggabungkan unsur rekreasi dan estetika kota, taman ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah. Selasa (2/10/2025).

Seiring dengan perkembangan dan penyesuaian fungsi, pengelolaan Taman Tanjong kini berada di bawah Dinas Pariwisata Kukar, sementara aspek kebersihannya tetap menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

Meski demikian, status taman ini menimbulkan diskusi tersendiri terkait kategorinya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menegaskan bahwa secara teknis Taman Tanjong tidak dapat dikategorikan sebagai RTH, mengingat komposisi dan desainnya yang tidak sepenuhnya berisi vegetasi alami.

“Kalau dilihat dari spesifikasinya, itu bukan Ruang Terbuka Hijau. Di dalamnya ada rumput sintetis dan sebagian kecil pohon hidup. Jadi lebih tepat disebut taman wisata kota,” ujar Irawan.

Ia menambahkan, sejak pelimpahan kewenangan ke Dinas Pariwisata, DLHK tetap berperan dalam menjaga kebersihan area taman sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan destinasi wisata.

“Kami tetap backup dalam pengelolaan kebersihan, terutama saat akhir pekan ketika pengunjung meningkat,” jelasnya.

Menurut Irawan, koordinasi lintas sektor antara DLHK, Dinas Pariwisata, dan instansi lainnya terus dilakukan agar standar kebersihan dan tata kelola taman tetap memenuhi ketentuan lingkungan perkotaan.

Pemerintah Kabupaten Kukar, lanjutnya, berkomitmen menjaga keseimbangan antara fungsi wisata dan aspek ekologi perkotaan.

Sementara itu, sejumlah warga memberikan apresiasi terhadap keberadaan taman ini. Nurhayati, warga Tenggarong, menyebut taman tersebut nyaman untuk rekreasi keluarga, namun berharap lebih banyak tanaman alami agar suasananya lebih sejuk.

Hal senada disampaikan Supardi, pedagang kaki lima di sekitar taman, yang menilai keberadaan Taman Tanjong membawa dampak positif bagi ekonomi lokal.

“Pengunjung ramai, tapi kalau pohonnya lebih banyak, pasti terasa lebih adem,” ujarnya.

Dengan sinergi berkelanjutan antara dinas terkait, Taman Tanjong diharapkan menjadi contoh ruang publik modern yang tetap menjaga nilai ekologis dan kenyamanan masyarakat. (Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *