Pemberdayaan Sosial Melalui TPS 3R “Sumber Rejeki”, Sinergi DLHK Kukar dan Masyarakat Loa Tebu Wujudkan Komunitas Hijau yang Mandiri

BANNER DINAS LINGKUNGAN HIDUP & KEHUTANAN 5

Portalraya.com, Kukar– Lebih dari sekadar tempat pengelolaan sampah, TPS 3R “Sumber Rejeki” Loa Tebu kini menjadi pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Anisa, fasilitas ini berhasil mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah dari masalah lingkungan menjadi sumber peluang kerja dan kebersamaan sosial. Senin, (13/10/2025).

Didirikan pada tahun 2023, TPS 3R ini lahir dari kolaborasi erat antara masyarakat Kelurahan Loa Tebu dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara. DLHK berperan aktif dalam pendampingan teknis, pelatihan manajerial, hingga penguatan kelembagaan pengelola.

“Dukungan DLHK sangat besar, dari pendampingan hingga penguatan kelembagaan. Kami dilatih untuk mandiri, tapi tetap diawasi agar sesuai standar lingkungan,” ujar Anisa.

Kini, TPS 3R “Sumber Rejeki” telah menjadi wadah bagi belasan warga lokal yang bekerja sebagai tenaga pengelola tetap. Sementara itu, masyarakat lain turut menjadi mitra dalam kegiatan pengumpulan dan penjualan sampah bernilai ekonomi.

Para ibu rumah tangga berperan dalam pemilahan sampah organik serta pengemasan kompos, sementara pemuda setempat dilibatkan dalam pengoperasian mesin press plastik dan insinerator. Model kerja kolaboratif ini berhasil menciptakan siklus produktif yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

DLHK Kukar menilai keberhasilan TPS 3R ini sebagai contoh nyata pemberdayaan sosial melalui pengelolaan lingkungan (social empowerment through environment management).

“Kami melihat semangat gotong royong yang tumbuh di Loa Tebu, inilah esensi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang sesungguhnya,” ujar Slamet Hadiraharjo.

Lebih dari itu, dampak sosialnya terasa semakin luas. Warga kini rutin mengadakan kerja bakti, kampanye pilah sampah, hingga lomba kebersihan antar RT, menjadikan kegiatan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup bersama. Nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab lingkungan semakin mengakar kuat di tengah masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, TPS 3R “Sumber Rejeki” berhasil menghadirkan model pengelolaan sampah yang bukan hanya berorientasi lingkungan, tetapi juga memberdayakan secara sosial dan ekonomi.

Loa Tebu kini dikenal sebagai komunitas hijau yang hidup, produktif, dan berdaya bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi jalan menuju kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. (Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *