Portalraya.com, Kukar – Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) “Sumber Rejeki” di Kelurahan Loa Tebu kini menjadi simbol nyata perubahan lingkungan berkelanjutan di Kutai Kartanegara. Berkat kolaborasi erat antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar serta masyarakat setempat, kawasan yang dulunya dipenuhi tumpukan sampah kini menjelma menjadi lingkungan hijau yang bersih, sehat, dan produktif. Senin, (13/10/2025).
Sejak mulai beroperasi pada 2023, TPS 3R ini berhasil mengolah lebih dari 70 persen sampah rumah tangga di wilayahnya. Pengelola TPS, Anisa, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari sistem pemilahan dan pengolahan yang terintegrasi.
“Sampah organik kami ubah menjadi pupuk kompos, sedangkan plastik kami jual untuk daur ulang. Hanya residu kecil yang dibakar dengan insenerator berstandar DLHK,” ujarnya.
DLHK Kukar secara berkala melakukan pemantauan terhadap kualitas udara, tanah, dan emisi di sekitar area TPS. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan operasional tidak menimbulkan pencemaran, bahkan justru memberi nilai tambah ekologis.
Abu hasil pembakaran insenerator kini dimanfaatkan untuk pemerataan jalan lingkungan dan reklamasi lahan bekas rawa.
Lebih dari sekadar pengelolaan sampah, TPS 3R “Sumber Rejeki” juga menjadi pusat kegiatan green community. DLHK Kukar bersama warga aktif menjalankan program penghijauan menggunakan pupuk kompos produksi lokal.
“Siklusnya tertutup sampah jadi kompos, kompos jadi media tanam, hasilnya kembali memperindah Loa Tebu,” tambah Anisa.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLHK Kukar menegaskan, keberhasilan TPS 3R Loa Tebu akan menjadi acuan dalam replikasi model serupa di kecamatan lain. “Kami ingin setiap wilayah punya sistem pengelolaan mandiri seperti ini. Loa Tebu membuktikan bahwa masyarakat bisa menjadi motor perubahan lingkungan.”
Dari limbah menjadi sumber daya, dari lahan kumuh menjadi kawasan hijau TPS 3R “Sumber Rejeki” menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan bukanlah wacana, melainkan hasil nyata dari sinergi antara kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah. Inilah wajah baru Loa Tebu, hijau, bersih, dan berdaya. (Adv/DLHK KUKAR)
