Portalraya.com, Kukar – Di tengah meningkatnya ancaman limbah plastik yang mencemari lingkungan, Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menghadirkan kisah inspiratif lewat terobosan Bank Sampah Mandiri (BSM). Berawal dari kegiatan menabung sampah rumah tangga, kini lembaga tersebut berhasil mengolah limbah plastik menjadi paving blok ramah lingkungan yang kokoh, estetis, dan bernilai ekonomi tinggi. Jum’at, (10/10/2025).
Setiap bulan, sekitar 1.500 kilogram sampah plastik terkumpul dari 365 nasabah aktif. Plastik-plastik itu disortir, dicacah, lalu dilelehkan menjadi bahan utama paving blok
Dalam proses produksinya, dua kilogram sampah plastik dibutuhkan untuk satu keping paving blok, yang kemudian dijual dengan harga Rp10.000 per buah.
“Dari 200 kilogram sampah plastik, kami bisa hasilkan seratus paving blok. Artinya, sampah yang dulunya hanya memenuhi halaman kini benar-benar menjadi produk yang berguna,” tutur Yayuk Sehaty.
Yayuk menjelaskan bahwa pembuatan paving blok berbasis limbah plastik ini telah berjalan sejak Juni 2019. Bahan baku yang digunakan sangat beragammulai dari kantong kresek, gelas plastik, jeriken, hingga baskom bekas semuanya dapat diolah menjadi paving blok yang kuat dan tahan lama.
Kini, kapasitas produksi Bank Sampah Mandiri mencapai 100–150 keping per hari, dan minat masyarakat terhadap produk ini semakin meningkat.
Pesanan pun berdatangan, tidak hanya dari sekitar Tenggarong Seberang, tetapi juga dari luar daerah.
“Kami bahkan menerima pesanan 42.000 keping dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),” ujarnya bangga.
Selain mengurangi timbunan sampah plastik, inisiatif ini juga membuka lapangan kerja baru. Para pekerja lokal yang terlibat dalam proses pencetakan memperoleh upah Rp2.000 per keping, sehingga kegiatan ini memberi manfaat langsung bagi ekonomi warga.
“Bagi kami, mengelola sampah bukan sekadar kegiatan sosial, tapi juga sumber penghidupan. Saya selalu bilang, meski hanya bermain dengan sampah, di situlah berkahnya,” ucap Yayuk tersenyum.
Ke depan, Yayuk berharap dukungan dari berbagai pihak agar Bank Sampah Mandiri memiliki fasilitas yang lebih besar dan modern. Sebab, di balik setiap keping paving blok yang dihasilkan, tersimpan semangat warga untuk membangun masa depan yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan. (Adv/DLHK KUKAR)
