DLHK Kukar Paparkan Rencana Pembangunan Pabrik Sawit PT Cemerlang Sawit Nusantara, Gunakan Teknologi Modern, Libatkan Petani Lokal

BANNER DINAS LINGKUNGAN HIDUP & KEHUTANAN 5

Portalraya.com, Kukar – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), memaparkan hasil kajian mengenai rencana pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Cemerlang Sawit Nusantara (CSN).

Kajian tersebut disusun melalui Tim Penyusun Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yang menyoroti aspek kapasitas produksi, teknis lokasi, hingga pemanfaatan mesin berteknologi modern dalam operasional pabrik.

PT Cemerlang Sawit Nusantara diketahui memiliki area usaha di dua kecamatan, yakni Sebulu dan Tenggarong Seberang. Di Kecamatan Sebulu, kegiatan perusahaan mencakup Desa Sebulu Moderen, Segihan, Sebulu Ulu, Sebulu Ilir, dan Sumber Sari, sementara di Tenggarong Seberang meliputi Desa Separi dan Suka Maju.

Ketua Tim Penyusun AMDAL, Muhammad Yahya, menjelaskan bahwa pabrik pengolahan kelapa sawit akan dibangun dengan kapasitas produksi 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Meski demikian, kapasitas tersebut masih memerlukan tambahan pasokan bahan baku agar bisa beroperasi secara optimal.

“Kekurangan bahan baku nantinya dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan petani sawit di sekitar lokasi, termasuk BUMDes, koperasi, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan),” ujar Yahya dalam pemaparan hasil kajian, Kamis, 11 September 2025.

Lokasi pembangunan pabrik direncanakan berada di Afdeling A, Blok D5 dan Blok E5, sesuai dengan peta desain kebun yang telah ditetapkan.

Sumber air operasional akan berasal dari aliran sungai di sekitar kawasan tersebut, dengan sistem pengelolaan air yang dirancang agar tetap ramah lingkungan.

Pekerjaan pembangunan dikategorikan sebagai pekerjaan sipil berskala besar, mencakup pemerataan tanah, pembangunan gedung utama, akses jalan, drainase, kantor, laboratorium, gudang, bengkel, tangki timbun, serta kolam pengolahan limbah.

Yahya juga menegaskan bahwa pabrik ini akan mengadopsi mesin dan peralatan berteknologi modern yang mampu menekan limbah cair dan mengurangi tingkat kebisingan selama proses produksi.

“Dengan teknologi ini, proses pengolahan akan lebih efisien, limbah lebih sedikit, dan aktivitas pabrik tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Adapun luas lahan yang disiapkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan ini mencapai 7,77 hektare.

Dengan penerapan teknologi modern dan pola kemitraan bersama petani lokal, PT Cemerlang Sawit Nusantara diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan dan berorientasi pada keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan. (Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *