Portalraya.com, Kukar – Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil mencatatkan prestasi penting sebagai satu-satunya fasilitas pengujian di Kalimantan Timur yang telah memperoleh akreditasi resmi. Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi laboratorium tersebut sebagai rujukan utama dalam pengawasan kualitas lingkungan di daerah yang tengah berkembang pesat.
Kepala UPTD Laboratorium DLHK Kukar, Abdul Rokhim, menegaskan bahwa akreditasi yang telah diperoleh saat ini berlaku untuk pengujian kualitas air. “Yang sudah terakreditasi itu laboratorium pengujian air,” ujarnya di Tenggarong, Kamis(11/09/2025).
Keberadaan laboratorium terakreditasi dinilai krusial di tengah meningkatnya aktivitas industri, pertumbuhan pemukiman, serta aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan pencemaran. Dengan fasilitas ini, pemerintah daerah dapat mendeteksi potensi pencemaran sejak dini, baik dari limbah rumah tangga maupun industri, sebelum memberikan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Selain pengujian air, laboratorium DLHK Kukar juga mulai melaksanakan pemantauan kualitas udara ambien. Pengujian tersebut difokuskan pada parameter penting, termasuk partikel debu PM10 dan PM2,5, sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), hingga karbon monoksida (CO). Menurut Rokhim, polutan tersebut memiliki hubungan langsung dengan kesehatan masyarakat karena berpengaruh pada kualitas udara yang dihirup setiap hari.
Namun, Rokhim mengakui bahwa layanan pengujian udara masih dalam tahap verifikasi. “Statusnya sudah terverifikasi tetapi belum teregistrasi,” jelasnya. Artinya, laboratorium masih menunggu pengakuan resmi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) agar hasil pengujian udara dapat diakui secara nasional.
Meski demikian, DLHK Kukar terus melakukan berbagai langkah peningkatan kapasitas, mulai dari penguatan koordinasi internal, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penambahan peralatan, hingga pemenuhan standar operasional. Dengan upaya tersebut, DLHK menargetkan laboratorium pengujian udara segera menyusul laboratorium air dalam memperoleh akreditasi penuh.
“Harapannya, Kutai Kartanegara tidak hanya memiliki fasilitas uji air yang andal, tetapi juga mampu menghadirkan pengawasan kualitas udara yang lebih terukur di tengah pesatnya perkembangan industri dan pemukiman,” pungkas Rokhim. (Adv/DLHK KUKAR)
