Portalraya.com, Kukar– Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kamis, (18/09/2025).
Langkah tersebut diwujudkan melalui program bank sampah, serta pendampingan dan sosialisasi langsung di lapangan yang kini semakin digencarkan ke berbagai wilayah.
Sekretaris DLHK Kukar, Taupiq, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah berhenti melakukan pendekatan kepada masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan.
“Saat ini teman-teman terus melakukan pendampingan dan sosialisasi di lapangan,” ujar Taupiq, Jumat, 19 September 2025.
Ia mengungkapkan, pada periode sebelumnya DLHK Kukar telah melaksanakan program Desa Ramah Lingkungan, yang berfokus pada pengelolaan sampah, penghijauan, serta pembiasaan pola hidup sehat dan berkelanjutan.
Kini, program tersebut diteruskan dengan nama baru yang lebih relevan dengan visi kepemimpinan daerah saat ini, yakni “Jaga Lingkungan Lestari.”
“Hanya namanya saja yang berubah, tetapi targetnya tetap sama. Dalam lima tahun ke depan, target kita adalah semua desa harus ramah lingkungan,” jelasnya.
Menurut Taupiq, perubahan nama program dilakukan untuk memperkuat semangat baru tanpa mengubah substansi yang dijalankan. Fokus utama tetap pada pembangunan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program lingkungan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, bukan hanya dari sisi pemerintah. Karena itu, DLHK Kukar mendorong kolaborasi lintas elemen, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, hingga organisasi perempuan.
Pendampingan teknis dan edukasi lapangan yang dilakukan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, melainkan diarahkan menuju praktik nyata di masyarakat.
Kegiatan tersebut mencakup pelatihan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, pembentukan bank sampah, hingga pengembangan kawasan hijau sebagai ruang publik bersama.
Taupiq meyakini, pola pendampingan semacam ini akan berdampak langsung pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat desa yang lebih bersih, sehat, dan berdaya lingkungan.
“Harapan kita sederhana, agar masyarakat bukan hanya paham, tetapi juga terbiasa hidup bersih, peduli terhadap sampah, dan menjaga ruang hidup bersama,” pungkasnya.
Dengan semangat “Jaga Lingkungan Lestari,” DLHK Kukar berharap gerakan ini menjadi budaya masyarakat Kukar dalam menjaga bumi agar tetap hijau dan lestari untuk generasi mendatang. (Adv/DLHK KUKAR)
