Tradisi Haul Jamak Kesultanan Kutai: Doa Leluhur dan Perekat Sejarah

Portalraya.com, Kukar– Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kembali menggelar prosesi Hawal Jama’ah Raja dan Sultan pada Selasa (17/09/2025). Tradisi sakral ini digelar di Kedaton Kesultanan sebagai bentuk penghormatan, doa, dan rasa syukur atas jasa para leluhur yang telah meletakkan fondasi peradaban dan pemerintahan di bumi Kutai.

Acara yang dihadiri oleh Sultan Kutai Kartanegara H. Muhammad Haribin MSI beserta Bunda Ratu, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan ini berlangsung khidmat. Prosesi inti meliputi pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa yang ditujukan kepada arwah para raja serta sultan yang telah wafat.

Dalam sambutannya, Sultan menegaskan bahwa kegiatan hawal bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan jembatan spiritual yang menghubungkan generasi masa kini dengan leluhur. “Tradisi ini adalah wujud rasa hormat dan doa yang terus mengalir agar amal para pendahulu dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT. Kita semua adalah pewaris perjuangan mereka, sehingga wajib menjaga warisan sejarah dan budaya ini,” ujarnya.

Sementara itu, para tokoh masyarakat menilai hawal juga menjadi ruang refleksi, mengingatkan bahwa kemajuan Kutai Kartanegara hari ini adalah hasil dari pengorbanan raja-raja terdahulu. Dari masa Kerajaan Kutai abad ke-13 hingga perjalanan panjang Kesultanan di Tenggarong, kesinambungan tradisi ini diyakini memperkokoh identitas dan persatuan masyarakat.

Momentum hawal tahun ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Raja ke-243 serta mendukung penyelenggaraan Erau 2025. Dengan semangat kebersamaan, pemerintah daerah, kesultanan, serta seluruh elemen masyarakat diajak menjaga tradisi luhur ini sebagai perekat sosial dan benteng kebudayaan Nusantara.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *