Portalraya.com, Kukar– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan terus memantapkan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2030 sebagai tindak lanjut amanat dari RPJMD. Dokumen penting ini menjadi peta jalan pembangunan sektor pertanian dan peternakan lima tahunan yang diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi Kukar dari berbasis ekstraktif menuju ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Senin, (27/10/2025).
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, M. Taufiq, menjelaskan bahwa proses penyusunan Renstra telah dimulai sejak akhir 2024 melalui pembentukan tim internal.
“Kami sudah menyusun rancangan awal pada 2024, dan tahun ini kami masuk tahap rancangan akhir. Bedanya, kalau dulu penyusunan Renstra hanya sebatas dokumen akademik dari pihak ketiga, sekarang seluruh prosesnya kami lakukan secara kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Renstra ini diharapkan menjadi dokumen hidup yang menjadi pegangan bagi internal dinas sekaligus acuan bagi mitra eksternal seperti universitas, Bappeda, dan Dinas Pertanian Provinsi Kaltim.
Dalam prosesnya, Dinas Pertanian dan Peternakan juga melibatkan kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta akademisi untuk memastikan substansi Renstra benar-benar menggambarkan kebutuhan di lapangan.
Dokumen Renstra 2025–2030 ini akan menitikberatkan pada peningkatan produktivitas tanaman pangan, hortikultura, serta subsektor peternakan melalui berbagai strategi peningkatan produksi, hilirisasi hasil pertanian, dan penguatan daya saing petani-peternak lokal.
Lebih lanjut, program-program unggulan seperti Petani, Peternak, dan Nelayan Tangguh, Kawasan Ekonomi Sejahtera, serta Kredit Kukar Idaman akan menjadi motor penggerak misi kedua RPJMD Kukar.
“Menjadi daerah terbaik dalam pembangunan pertanian, pariwisata, dan ekonomi non-ekstraktif, Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kukar saat ini sekitar 14 persen. Kami targetkan bertahap meningkat ke 20 persen, untuk menggeser dominasi sektor pertambangan menuju ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan penyusunan Renstra yang partisipatif dan berbasis kebutuhan riil, Kukar menegaskan komitmennya membangun kemandirian pangan, memperkuat ekonomi rakyat, dan mewujudkan visi besar transformasi ekonomi daerah.(Silvi)
