Portalraya.com, Kukar – Setelah dua bulan tertutup akibat sengketa lahan, portal akses menuju area Hak Guna Usaha (HGU) PT Budi Duta Agro Makmur (PT BDAM) di Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, resmi dibuka kembali melalui prosesi ritual adat Dayak, Sabtu (25/10/2025) sore.
Pembukaan portal berlangsung khidmat dan disaksikan langsung oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutai Kartanegara bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur.
Prosesi ini menjadi simbol perdamaian antara perusahaan dan masyarakat adat lingkar HGU yang sebelumnya sempat berselisih.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, S.I.K., S.H., M.H., Yani Wardhana (mewakili Bupati Kukar), Danramil 01/Tenggarong Lettu Inf Sugiyanto, Ketua DAD Kaltim Victor Juang, S.H., M.H., Sekjen DAD Kaltim Hendrik Tando, serta sejumlah tokoh adat dan perwakilan PT BDAM.
Prosesi adat diawali dengan persembahan hewan kurban dan simbol adat berupa mandau serta tombak dalam guci, dilanjutkan doa bersama dan sambutan tokoh adat.
Ketua DAD Kaltim Victor Juang menegaskan bahwa pembukaan portal merupakan hasil kesepakatan damai setelah sidang adat di Lamin Adat Batu Cermin, Tenggarong Seberang.
“Ini adalah bukti bahwa adat menjadi jalan penyatu. Kami berharap setelah portal ini dibuka, tidak ada lagi penutupan maupun sengketa, dan komunikasi antara perusahaan, masyarakat, serta pemerintah terus berjalan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Corporate Legal Sungai Budi Group, Husni Thamrin, S.H., M.H., yang mewakili manajemen PT BDAM, menuturkan bahwa perusahaan menghormati penuh keputusan adat dan telah memenuhi seluruh ketentuan denda adat sebagaimana diputuskan oleh lembaga adat.
“Proses adat ini menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan bersama. Kami siap bersinergi melalui tim verifikasi terpadu bersama Pemerintah Daerah untuk memastikan kejelasan lahan masyarakat di dalam HGU,” ungkapnya.
Husni juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas perusahaan akan berpedoman pada hasil verifikasi resmi dari Pemerintah Daerah, serta berkomitmen menyelesaikan setiap persoalan masyarakat secara musyawarah dan pemberian tali asih yang berkeadilan.
Acara ditutup dengan pembukaan resmi portal dan jabat tangan perdamaian antara perwakilan masyarakat adat dan pihak PT BDAM.
Momentum ini menjadi babak baru sinergi sosial-ekonomi di wilayah Jahab, yang diharapkan dapat menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat secara harmonis dan berkelanjutan.(Silvi)
