Portalraya.com, Kukar– Operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan Tim Damkarmatan Kutai Kartanegara bersama unsur SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari dinyatakan hilang, jenazah seorang buruh sawit bernama Muhammad Rusyaid Amar (33) ditemukan di aliran Sungai Santan Ulu, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa pagi (20/01/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 08.45 WITA di bagian hilir sungai, kurang lebih enam kilometer dari lokasi kejadian awal. Penemuan ini sekaligus mengakhiri upaya pencarian intensif yang telah dilakukan sejak Minggu (18/01/2026), dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, relawan, serta masyarakat setempat.
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban tengah memindahkan hasil panen kelapa sawit menggunakan rel seling gantung yang biasa dimanfaatkan para pekerja untuk menyeberangi sungai.
Saat berada di tengah lintasan, korban diduga kehilangan keseimbangan setelah menginjak bagian rel yang tidak diperuntukkan sebagai pijakan. Dalam kondisi fisik yang kelelahan dan keterbatasan kemampuan berenang, korban akhirnya terjatuh dan terseret arus sungai yang cukup deras.
Laporan kejadian diterima Mako Damkarmatan Kukar sekitar pukul 14.39 WITA. Merespons cepat laporan tersebut, Kepala Tim Rescue Damkarmatan Kukar Ahmad Sudirman langsung mengerahkan personel, satu unit mobil logistik, serta rubberboat untuk melakukan penyisiran awal di lokasi kejadian. Pencarian terus dilakukan dengan memperluas area hingga beberapa kilometer ke arah hilir sungai.
“Medan sungai yang cukup menantang dan arus yang deras menjadi kendala utama, namun seluruh tim tetap bekerja maksimal dengan mengedepankan prosedur keselamatan,’ ujar Ahmad Sudirman.
Pada hari kedua pencarian, strategi diperluas dengan membagi tim menjadi dua kelompok, yakni penyisiran menggunakan perahu karet di tengah sungai serta penyisiran darat di sepanjang tepian sungai. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah salah satu personel menemukan tanda mencurigakan di area semak belukar tepi sungai.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diidentifikasi bersama pihak keluarga. Mengingat keterbatasan kantong jenazah yang dimiliki Damkarmatan Kukar, jenazah selanjutnya dialihkan ke Basarnas untuk penanganan lanjutan sesuai standar medis dan prosedur yang berlaku.
Ahmad Sudirman menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk aparat TNI-Polri, BPBD Kukar, relawan, serta masyarakat Desa Santan Ulu. Ia juga mengimbau pentingnya keselamatan kerja, khususnya bagi para pekerja yang beraktivitas di sekitar wilayah perairan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Peralatan kerja harus digunakan sesuai fungsi dan dilengkapi dengan pelindung diri yang memadai,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan kesadaran kolektif dalam menghadapi situasi darurat. Diharapkan, keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan atas musibah yang terjadi.(Silvi)
