Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan Gagalkan Penyelundupan Miras dan Munisi Ilegal di Longmidang Nunukan

f5b3b292-c698-43d8-b76c-85c6ca034a4f

Portalraya.com, Nunukan– Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi masyarakat perbatasan kembali ditunjukkan oleh Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Wilayah Kalimantan Utara/Kalimantan Timur Sektor Barat Yonarmed 4/Parahyangan Kodam III/Siliwangi. Melalui kewaspadaan dan profesionalisme prajurit di lapangan, upaya penyelundupan minuman keras (miras) dan munisi ilegal dari Malaysia berhasil digagalkan di wilayah Longmidang, Distrik Krayan, Kabupaten Nunukan, Rabu, (21/01/2026).

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh personel Satgas Pamtas Pos Gabungan (Gabma) Longmidang saat melaksanakan pemeriksaan rutin kendaraan lintas batas. Kegiatan pengamanan dipimpin langsung oleh Komandan Kompi Satuan Setingkat Kompi (SSK) 1, Kapten Arm Hafid Bahtiar, S.Tr.(Han), sebagai bagian dari prosedur standar pengawasan di jalur perbatasan yang rawan terhadap aktivitas ilegal.

Dalam pemeriksaan tersebut, prajurit menemukan sejumlah barang terlarang yang disembunyikan secara rapi di antara bahan kebutuhan pokok dalam bak mobil serta di dalam tas milik pengemudi berinisial JP, warga Long Bawan, Krayan. Upaya penyamaran tersebut berhasil diungkap berkat ketelitian dan pengalaman prajurit Satgas Pamtas yang menjalankan tugas secara cermat dan terukur.

Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan, Letkol Arm Januar Idrus, S.H., M.I.P., menjelaskan bahwa barang bukti yang diamankan terdiri dari ratusan minuman keras berbagai merek, yakni 144 kaleng Anchoor, 48 botol Lucky, 180 botol Golden Starz, dan 144 kaleng Guinness.

Selain itu, turut diamankan empat butir munisi jenis penabur yang diduga akan diedarkan secara ilegal di wilayah Indonesia. Seluruh barang bukti telah diamankan dan dilaporkan secara berjenjang sesuai dengan ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku.

Letkol Arm Januar Idrus menegaskan bahwa tugas Satgas Pamtas tidak sebatas menjaga garis batas negara, tetapi juga mencegah peredaran barang ilegal yang berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban, dan stabilitas sosial masyarakat perbatasan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan warga setempat dalam menciptakan wilayah perbatasan yang aman dan kondusif.

“Melalui pendekatan yang profesional, tegas, dan humanis, kami terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan perbatasan. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kewaspadaan prajurit dan dukungan masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini kembali menegaskan peran strategis Satgas Pamtas RI-Malaysia sebagai garda terdepan negara, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif aktivitas ilegal lintas batas.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *