Kesultanan Kutai Kartanegara Sambut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Tegaskan Peran Budaya dalam Pembangunan Nasional

ea195c21-5ee4-440b-ac59-03237ed7931f

Portalraya.com, Kukar– Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menerima kunjungan silaturahmi Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, beserta rombongan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Tenggarong. Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam mempererat hubungan antara lembaga negara dan institusi adat yang memiliki akar sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Senin, (26/01/2026).

Mewakili Sultan Aji Muhammad Arifin, Raden Heriansyah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Bank Indonesia atas penghormatan yang diberikan kepada Kesultanan Kutai Kartanegara. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai agenda formal, tetapi juga sebagai bagian dari nilai spiritual dan kebudayaan.

“Kami meyakini tidak ada satu daun pun yang jatuh tanpa izin Tuhan. Hari ini kita dipertemukan di Kedaton ini bukan secara kebetulan, melainkan sebagai bagian dari silaturahmi yang diridhai Allah SWT,” ujar Raden Heriansyah.

Dalam sambutannya, Raden Heriansyah memaparkan perjalanan sejarah Kutai Kartanegara sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang kemudian berkembang menjadi kesultanan Islam berpengaruh di Nusantara. Ia menjelaskan bahwa perpindahan pusat kerajaan ke Tepian Pandan pada tahun 1782 menjadi cikal bakal berdirinya Kota Tenggarong yang kini berusia lebih dari dua abad.

“Kesultanan Kutai Kartanegara memiliki keterkaitan sejarah yang tidak terpisahkan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah adat kami hingga kini mencakup sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa Kesultanan Kutai Kartanegara berdiri di atas empat pilar utama yang dikenal sebagai empat buncul pasak, yakni adat, rahmat, budaya luhur, dan agama.

“Bagi kami, adat adalah fondasi. Adat mendahului ilmu, dan dari adatlah lahir peradaban yang berakhlak serta beriman,” tegasnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan kebanggaan dapat hadir langsung di pusat sejarah Kutai Kartanegara. Ia menyebut bahwa Kutai memiliki posisi penting dalam sejarah dan peradaban Indonesia.

“Sejak bangku sekolah kita diajarkan bahwa kerajaan tertua di Indonesia adalah Kutai. Hari ini, kami tidak hanya membaca sejarah, tetapi merasakannya secara langsung di tempat yang penuh nilai dan makna,” ungkap Filianingsih.

Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh Kesultanan Kutai Kartanegara sejalan dengan visi Bank Indonesia dalam membangun ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

“Nilai kebersamaan, keseimbangan, dan budaya luhur yang diwariskan Kesultanan Kutai Kartanegara merupakan fondasi sosial yang sangat relevan dengan upaya kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” katanya.

Filianingsih menambahkan bahwa Bank Indonesia membuka ruang kolaborasi yang luas dengan Kesultanan Kutai Kartanegara, khususnya dalam pengembangan UMKM berbasis budaya, edukasi ekonomi masyarakat, serta pelestarian sejarah dan adat istiadat.

“Ke depan, kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan melalui koordinasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara nilai budaya dan kebijakan ekonomi, guna memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkokoh identitas bangsa di tengah dinamika global.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *