Doa Bersama Warnai Peringatan Perjuangan Merah Putih Sangasanga ke-79 di Masjid Al-Mukarramah

045e2c41-7647-4d8b-a5a4-ce5d712b0826

Portalraya.com, Kukar– Peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga ke-79 Tahun 2026 dimaknai tidak sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum refleksi kolektif untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kepahlawanan dalam konteks pembangunan masa kini. Makna tersebut tercermin dalam kegiatan doa bersama yang digelar pada Minggu malam (25/01/2026) di Masjid Besar Al-Mukarramah, Kecamatan Sangasanga.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahreza, yang hadir mewakili Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri.

Dalam sambutannya, Dendy Irwan Fahreza terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara, seraya menyampaikan salam hormat kepada seluruh undangan, termasuk unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah terkait, Camat Sangasanga, perwakilan Kementerian Agama, serta pimpinan Majelis Ulama dan Majelis Taklim se-Kecamatan Sangasanga.

Ia menegaskan bahwa doa bersama merupakan bentuk penghormatan spiritual kepada para pahlawan, sekaligus ruang refleksi untuk memahami kembali esensi perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

“Perjuangan hari ini tidak lagi diwujudkan melalui senjata fisik, melainkan melalui kekuatan gagasan, integritas, serta kecerdasan kolektif dalam membangun kesejahteraan rakyat,” ujar Dendy Irwan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat diukur semata dari besarnya investasi atau megahnya infrastruktur, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesejahteraan itu mencakup pendapatan yang layak, hunian yang aman, lingkungan yang bersih, serta akses yang merata terhadap pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dendy Irwan menekankan bahwa nilai-nilai kepahlawanan harus menjadi fondasi moral dalam penyelenggaraan pemerintahan yang inovatif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Semangat pengorbanan para pahlawan harus terus hidup dan menjadi landasan dalam setiap kebijakan serta program pembangunan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Sangasanga, pengurus Masjid Besar Al-Mukarramah, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia juga memanjatkan doa agar seluruh pengorbanan para pahlawan Peristiwa Merah Putih Sangasanga mendapatkan balasan terbaik di sisi Allah SWT.

Doa bersama yang dipimpin Ketua Majelis Taklim Masjid Besar Al-Mukarramah itu berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan.

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat persatuan sosial serta menumbuhkan kesadaran bersama bahwa semangat perjuangan harus terus ditransformasikan menjadi kerja nyata bagi kemajuan Kutai Kartanegara dan Indonesia.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *