Diduga Masuk Kaltim Lewat Kargo Udara, Polda Telusuri Pemasok Narkotika dari Malaysia

Portalraya.com, Balikpapan – Pengungkapan kasus narkotika oleh Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur mengarah pada dugaan adanya jaringan distribusi yang lebih luas. Penyelidikan tidak hanya berkaitan dengan peredaran di tingkat lokal, tetapi juga mengarah hingga lintas provinsi dan luar negeri.

Penyidik saat ini mendalami dugaan pengiriman narkotika dari Pekanbaru, Riau, ke Kalimantan Timur melalui layanan kargo udara. Dalam pengembangan perkara tersebut, polisi juga menelusuri sosok berinisial DRS, warga negara asing asal Malaysia yang diduga menjadi pemasok dalam jaringan tersebut.

Informasi yang diperoleh Portalraya.com pada Jumat (11/9/2026) menyebutkan, dugaan penggunaan jalur kargo udara terungkap setelah polisi mengembangkan penindakan terhadap empat orang berinisial WS, IN, AG, dan CJ di wilayah Balikpapan hingga Jakarta Selatan.

Pengungkapan perkara tersebut bermula pada 2 September 2026. Saat itu, petugas mengamankan WS dan IN di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus, penyidik kemudian mendapatkan informasi mengenai dugaan keterlibatan AG dan CJ. Polisi selanjutnya melakukan penggeledahan di salah satu lokasi di Balikpapan dan menemukan narkotika dalam jumlah besar.

Dari rangkaian pengungkapan tersebut, polisi menyita sekitar 2,9 kilogram sabu serta kurang lebih 1.900 butir ekstasi.

Namun, penemuan barang bukti tersebut tidak menghentikan proses penyelidikan. Penyidik justru terus menelusuri asal narkotika dan jalur yang digunakan hingga barang tersebut dapat masuk ke Kalimantan Timur.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, pihaknya masih mendalami dugaan jalur distribusi narkotika dari Pekanbaru menuju Balikpapan.

“Pengungkapan ini masih terus kami kembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain serta jaringan yang berada di balik peredaran narkotika tersebut,” kata Romylus dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, CJ diduga memiliki peran dalam penyediaan maupun pengendalian pasokan narkotika. Penyidik juga memperoleh keterangan bahwa barang tersebut diduga berasal dari DRS yang disebut berada di Malaysia.

Narkotika tersebut kemudian diduga dikirim ke Kalimantan Timur menggunakan jalur kargo udara.

Polisi turut mendalami dugaan bahwa pengiriman melalui kargo udara tersebut bukan kali pertama dilakukan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dalam pemeriksaan, pola pengiriman serupa diduga telah dilakukan beberapa kali.

Meski begitu, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan jumlah pengiriman, jalur yang digunakan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses distribusi narkotika tersebut.

Adanya dugaan keterlibatan pemasok dari Malaysia membuat penyidik tidak hanya berfokus terhadap para tersangka yang telah diamankan di Indonesia.

DRS disebut telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi masih melakukan pengejaran serta penelusuran terhadap keberadaan dan perannya dalam jaringan tersebut.

Selain itu, penyidik memeriksa sejumlah telepon seluler yang diamankan dari para tersangka. Perangkat elektronik tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap pola komunikasi, hubungan antar pihak, serta kemungkinan adanya jaringan lain yang hingga kini belum terungkap.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa pengungkapan perkara narkotika tidak akan berhenti pada para pelaku yang telah diamankan.

“Jangan jadikan Kalimantan Timur sebagai tempat bermain. Kami akan kejar jaringannya, kami putus mata rantainya, dan kami bongkar sampai kepada pengendalinya,” tegas Endar.

Polda Kaltim memastikan pengembangan perkara masih terus dilakukan. Penyidik juga masih mendalami peran masing-masing pihak serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik dugaan distribusi narkotika tersebut.

Pengembangan kasus ini sekaligus diarahkan untuk mengungkap pihak yang diduga menjadi pemasok dan memutus jalur distribusi narkotika yang masuk ke Kalimantan Timur. (Ita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *