Portalraya.com, Kukar– Kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah kini tumbuh pesat di Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong. Hal ini tak lepas dari peran TPS 3R “Sumber Rejeki”, yang sejak beroperasi pada Juni 2024 tak hanya menjadi fasilitas teknis pengolahan sampah, tetapi juga pusat edukasi lingkungan hidup bagi warga.
Dukungan penuh diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara dalam berbagai bentuk pelatihan, pendampingan, dan kampanye kesadaran publik.
“DLHK tidak hanya membantu pembangunan fasilitas, tapi juga terus mendampingi kami agar masyarakat paham pentingnya memilah sampah dari rumah,” ujar Anisa, pengelola TPS 3R Sumber Rejeki, Senin (13/10/2025).
Melalui program edukasi yang difasilitasi DLHK Kukar, warga kini aktif berpartisipasi dalam kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah organik serta plastik bernilai ekonomi.
Program ini juga melibatkan sekolah-sekolah di sekitar Loa Tebu, di mana para siswa diajak berkunjung langsung untuk mempelajari cara pengolahan kompos, daur ulang plastik, hingga prinsip dasar 3R Reduce, Reuse, Recycle.
Perwakilan DLHK Kukar menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada keberadaan sarana dan prasarana, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat.
“Edukasi lingkungan adalah kunci. Ketika masyarakat sadar dan terlibat, pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Inisiatif ini terbukti memberikan dampak nyata. Warga Loa Tebu kini lebih disiplin dalam memilah sampah rumah tangga, sementara volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menurun signifikan.
Selain itu, kegiatan edukasi ini juga menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan terhadap lingkungan. Loa Tebu kini dikenal sebagai kelurahan yang bersih, hijau, dan mandiri dalam pengelolaan sampahnya.
Kolaborasi antara TPS 3R Sumber Rejeki dan DLHK Kukar menjadi contoh sukses bagaimana pendidikan lingkungan berbasis komunitas dapat mengubah pola pikir masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal, Loa Tebu menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya cita-cita, melainkan hasil nyata dari kesadaran bersama untuk menjaga bumi tetap lestari. (Adv/DLHK KUKAR)
