Portalraya.com, Kukar– Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, memastikan keterlibatannya dalam mendukung kelancaran Festival Adat Erau 2025 yang digelar mulai Minggu, 21 September. Sebagai pesta budaya tahunan yang menjadi ikon Kukar, kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari DLHK untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan lingkungan selama acara berlangsung. Rabu, (17/09/2025).
Sekretaris DLHK Kukar, Taupiq, S.Sos., M.M, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menurunkan pasukan kebersihan andalan yang dikenal dengan sebutan Tim Uka-Uka. Tim ini akan bertugas menjaga kebersihan di seluruh area pelaksanaan festival sejak awal hingga penutupan kegiatan.
“Kami akan menurunkan pasukan yang kami sebut Tim Uka-Uka untuk menangani kebersihan,” ujar Taupiq.
Menurutnya, meskipun urusan kebersihan telah masuk dalam tanggung jawab panitia penyelenggara, DLHK tetap merasa berkewajiban mengambil peran aktif sebagai instansi yang membidangi pengelolaan lingkungan hidup.
Kehadiran langsung petugas kebersihan dinilai penting agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, nyaman, dan bebas dari persoalan sampah.
Taupiq menjelaskan bahwa pasukan merah putih, sebutan bagi tim kebersihan DLHK, akan disebar di sejumlah titik strategis.
Fokus utama mereka adalah area inti upacara adat, ruang publik yang dipadati pengunjung, serta jalur lalu lintas yang ramai oleh pedagang dan wisatawan. Dengan strategi ini, potensi penumpukan sampah dapat diantisipasi sejak dini.
Selain mengerahkan personel, DLHK Kukar juga mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan. Taupiq mengingatkan seluruh peserta dan pengunjung Festival Erau agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta disiplin membuang sampah pada tempatnya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Taupiq menilai Festival Erau bukan hanya ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
Kerja sama antara pemerintah, panitia, dan masyarakat menjadi kunci agar penyelenggaraan festival berjalan berkelanjutan tanpa meninggalkan beban lingkungan setelahnya.
Dengan kolaborasi semua pihak, DLHK Kukar berharap Erau 2025 dapat menjadi contoh festival ramah lingkungan, di mana tradisi dan kelestarian alam berjalan selaras demi mewujudkan Kukar yang bersih, indah, dan berbudaya. (Adv/DLHK KUKAR)
