Dua Bocah Tewas di Sungai Loa Haur, Niat Menolong Teman Berujung Petaka

Portalraya.com, Tenggarong – Pencarian terhadap dua bocah berusia tujuh tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain di Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), berakhir tragis. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dua korban tersebut yakni David Arthafaris Wijayanto (7) dan Aidil (7). Tim SAR gabungan menemukan keduanya pada Selasa (1/9/2026), setelah proses pencarian dilakukan sejak Senin (31/8/2026).

Korban pertama berhasil ditemukan sekitar pukul 11.40 WITA. Tim SAR kemudian melanjutkan penyisiran dan menemukan korban kedua pada sekitar pukul 14.00 WITA.

Kedua korban ditemukan di titik yang berbeda. Lokasinya berada sekitar 50 meter dari titik awal kejadian, dengan posisi satu korban mengarah ke hulu dan satu lainnya ke hilir sungai.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir aliran Sungai Loa Haur.

“Korban pertama ditemukan pukul 11.40 WITA. Sekitar dua jam kemudian, korban kedua berhasil ditemukan,” ujar Fida.

Kejadian tersebut diketahui bermula pada Senin siang ketika kedua bocah bermain sekaligus mandi di Sungai Loa Haur. Aktivitas keduanya bahkan sempat terekam kamera CCTV sekitar pukul 13.45 WITA.

Namun, setelah itu keduanya tidak lagi terlihat. Mereka kemudian dinyatakan hilang hingga akhirnya dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

Dari keterangan saksi serta kondisi di sekitar lokasi, permukaan Sungai Loa Haur ketika itu memang tampak cukup surut. Meski demikian, arus di bagian dalam sungai ternyata cukup kuat dan berpotensi membahayakan.

Dugaan sementara, salah satu korban terlebih dahulu terseret arus. Temannya yang melihat kejadian tersebut kemudian berusaha memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut justru membuat keduanya ikut terbawa arus sungai.

“Kemungkinan besar korban kedua menyusul karena ingin membantu temannya,” kata Fida.

Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Damkarmatan, relawan, serta masyarakat sekitar. Petugas melakukan penyisiran mulai dari lokasi terakhir kedua korban terlihat hingga beberapa titik di sepanjang aliran sungai.

Setelah berhasil ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses berikutnya.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Desa Bakungan. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, khususnya saat bermain di sekitar sungai maupun kawasan perairan.

Di balik peristiwa tragis tersebut, terdapat sisi kemanusiaan yang turut menjadi perhatian. Keberanian salah satu korban untuk berusaha menolong temannya menunjukkan adanya kepedulian terhadap sesama, meskipun pada akhirnya keduanya tidak berhasil diselamatkan.

(R Danny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *