Jelang Erau 2026, Persiapan Sakral Capai 90 Persen, Pemkab Kukar Antisipasi Listrik dan Air

Portalraya.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memfinalisasi persiapan pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026. Pemantapan tersebut dilakukan melalui rapat final yang berlangsung di Sekretariat Panitia Erau, Eks Gedung Wanita, Selasa (15/9/2026).

Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan digelar selama delapan hari, mulai 20 hingga 27 September 2026. Sejumlah langkah antisipasi turut disiapkan pemerintah daerah guna mengantisipasi berbagai kendala selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan, rapat final digelar untuk memastikan seluruh agenda Erau, baik prosesi sakral maupun kegiatan seremonial, dapat terlaksana sesuai dengan rencana.

“Erau adalah kegiatan besar dan milik seluruh warga. Melalui kegiatan Erau ini, kita menjaga adat, istiadat, dan budaya masyarakat Kutai Kartanegara,” kata Aulia.

Ia menyebutkan, hingga pelaksanaan rapat final, persiapan seluruh rangkaian kegiatan masih berjalan sesuai target. Pemkab Kukar juga terus memantau sejumlah kondisi yang dinilai dapat berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan Erau.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kualitas udara. Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, kegiatan yang dilaksanakan di luar ruangan masih memungkinkan untuk digelar. Namun, pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian apabila kondisi kualitas udara nantinya tidak memungkinkan.

Selain kualitas udara, ketersediaan listrik dan pasokan air juga menjadi perhatian. Kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah Kukar turut berpotensi memberikan dampak terhadap layanan listrik maupun PDAM.

“Kita harus melakukan mitigasi sejak awal. Kita sudah bisa mempersiapkan plan A, plan B, plan C, plan D, bahkan rencana-rencana lain ketika misalnya mati lampu dan lain sebagainya,” ujar Aulia.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, koordinasi telah dilakukan bersama PDAM, bagian umum, sekretariat, hingga pihak Kesultanan.

Di sisi lain, Pangeran Notonegoro Heriansyah mengatakan Erau Adat Kutai 2026 kini memiliki standar penyelenggaraan yang semakin diperhatikan. Hal tersebut seiring masuknya Erau dalam Karisma Event Nusantara (KEN).

Menurut Heriansyah, sejumlah aspek menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini, mulai dari pengelolaan sampah, mitigasi risiko bencana, dampak kegiatan terhadap pelaku UMKM, hingga penyediaan informasi menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Untuk rangkaian kegiatan sakral, Heriansyah menyebut persiapan fisik saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Sejumlah prosesi pra-Erau juga telah dilaksanakan, di antaranya ziarah ke makam para raja dan sultan di kompleks Museum Mulawarman dan Kutai Lama serta prosesi Besawai.

Ia menegaskan, seluruh rangkaian prosesi sakral nantinya akan diikuti oleh Sultan Kutai Kartanegara.

Mengenai dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, Heriansyah mengatakan koordinasi terkait promosi Erau telah dilakukan. Namun, hingga saat ini belum terdapat dukungan pembiayaan secara langsung untuk pelaksanaan Erau di lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Heriansyah juga menyebut adanya informasi awal dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur terkait rencana penyediaan transportasi gratis bagi pengunjung Erau dari Samarinda dan Balikpapan. Kendati demikian, rencana tersebut masih memerlukan komunikasi lanjutan serta kepastian.

Ia berharap Erau tidak hanya dilihat sebagai agenda milik Kabupaten Kukar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan adat serta budaya Kalimantan Timur hingga Indonesia.

“Erau ini bukan hanya milik Kutai Kartanegara. Erau ini miliknya Kaltim, bahkan miliknya Indonesia. Semuanya harusnya bisa berkolaborasi karena ini adalah adat kita, identitas kita,” pungkasnya.(Ita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *