Keterbatasan Transportasi Hambat Operasional TPS 3R Sumber Rejeki, Lurah Loa Tebu Harap Dukungan Pemkab Kukar Tahun 2026

Portalraya.com, Kukar – Pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) Sumber Rejeki, Kelurahan Loa Tebu, menghadapi kendala serius dalam aspek transportasi. Minimnya sarana angkutan menjadi tantangan utama yang berdampak langsung terhadap efektivitas kegiatan operasional di lapangan. Senin, (13/10/2025).

Lurah Loa Tebu, Rahimudin, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya mencari solusi, termasuk dengan mengajukan proposal bantuan kendaraan operasional kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).

Ia berharap, dukungan tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2026 mendatang, agar kegiatan pengangkutan, pemilahan, dan pengolahan sampah di TPS 3R Sumber Rejeki dapat berjalan lebih optimal.

“Salah satu masalah kami ini alat transportasi. Kami sudah mengajukan proposal ke Bupati, mudah-mudahan bisa terrealisasi tahun 2026. Kalau ada kendaraan operasional, kami bisa lebih cepat dan efisien dalam pengelolaan sampah,” ujar Rahimudin.

Saat ini, aktivitas pengelolaan sampah di TPS 3R Sumber Rejeki memang cukup terbatas. Seluruh sampah dari masyarakat sudah diangkut terlebih dahulu oleh truk dinas menuju lokasi TPS. Artinya, petugas TPS tidak melakukan pengangkutan sampah langsung dari rumah warga.

Namun demikian, kebutuhan transportasi tetap mendesak, terutama untuk kegiatan operasional internal seperti pengumpulan bahan daur ulang, pengangkutan residu pembakaran, dan keperluan lingkungan lainnya.

Saat ini, TPS 3R Sumber Rejeki hanya memiliki satu unit motor viar roda tiga sebagai sarana transportasi utama. Kendaraan ini menjadi tumpuan dalam seluruh kegiatan operasional, termasuk mencari dan mengangkut kayu bakar yang digunakan untuk mengoperasikan insenerator alat pembakar sampah residu yang tidak dapat didaur ulang.

Kapasitas motor viar yang terbatas membuat aktivitas menjadi kurang efisien, terutama dalam hal jarak tempuh dan volume muatan. Padahal, kebutuhan kayu bakar untuk mendukung kinerja insenerator cukup tinggi setiap harinya.

“Kalau ada armada yang lebih besar, tentu akan sangat membantu. Kami bisa memuat kayu lebih banyak dan lebih cepat. Selain itu, kendaraan tersebut juga bisa digunakan untuk kegiatan lingkungan lain dan mendukung aktivitas bank sampah agar berjalan lebih lancar,” jelas Rahimudin.

Selain fokus pada peningkatan sarana operasional, pihak TPS 3R Sumber Rejeki juga telah menyiapkan rencana pengembangan program lingkungan ke depan. Salah satunya adalah menjalin kolaborasi dengan sekolah-sekolah di Kelurahan Loa Tebu.

Melalui kerja sama ini, TPS 3R berencana melakukan sosialisasi program bank sampah di sekolah-sekolah, sekaligus mengedukasi para siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Kami ingin anak-anak di sekolah juga ikut terlibat sejak dini, supaya kesadaran terhadap kebersihan dan lingkungan berkelanjutan bisa tumbuh di generasi muda,” tambahnya.

Tak hanya itu, TPS 3R Sumber Rejeki juga tengah menyiapkan inovasi pembuatan produk paving blok dari hasil daur ulang sampah. Namun, hingga kini rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan alat dan perlengkapan produksi.

“Kalau nanti produksi paving blok bisa berjalan, tentu bisa mengurangi beban petugas yang setiap hari harus membakar residu di insenerator. Selain itu, hasil produksinya juga bisa menjadi nilai tambah ekonomi bagi pengelola TPS,” terang Rahimudin.

Ia berharap, dengan adanya dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kukar maupun Pemkab Kutai Kartanegara, berbagai kendala yang dihadapi TPS 3R Sumber Rejeki dapat segera teratasi.

Dengan semangat gotong royong dan kerja sama seluruh pihak, masyarakat Loa Tebu optimistis TPS 3R Sumber Rejeki akan terus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kutai Kartanegara.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *