Kukar Perluas Penerapan Sistem Hydrant Kering, untuk Perkuat Perlindungan Kawasan Rawan Kebakaran

Portalraya.com, Kukar- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan sistem keselamatan dan perlindungan masyarakat dari risiko kebakaran melalui pengembangan dan perluasan penerapan dry hydrant system atau sistem hydrant kering. Inisiatif ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran, tetapi juga sebagai langkah strategis yang mampu mengurangi beban anggaran daerah sekaligus mendorong partisipasi dan rasa kepemilikan masyarakat terhadap proyek keselamatan publik. Rabu, (07/01/2026).

Sistem hydrant kering yang saat ini tengah diuji coba dinilai sebagai solusi adaptif terhadap kondisi geografis Kukar yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan padat hingga wilayah dengan akses terbatas.

Keberadaan sistem ini memungkinkan petugas pemadam kebakaran memperoleh suplai air secara lebih efisien, khususnya di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau armada pemadam konvensional.

Ke depan, Pemkab Kukar telah menyusun rencana ekspansi berskala luas untuk penerapan hydrant kering di sejumlah wilayah prioritas. Kawasan Mangkuraja, Jalan Timbau, serta daerah-daerah dengan kontur wilayah menantang dan akses jalan terbatas menjadi sasaran berikutnya.

Selain itu, wilayah pesisir seperti Kecamatan Samboja juga masuk dalam rencana pengembangan, mengingat banyaknya permukiman padat penduduk dengan kondisi geografis yang menyulitkan penanganan kebakaran secara cepat.

Kepala Dinas Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menegaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan penerapan sistem hydrant kering dapat menjangkau seluruh kampung rawan kebakaran yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Meski demikian, ia mengakui bahwa upaya ini membutuhkan investasi yang tidak kecil, terutama dalam pembangunan jaringan pipanisasi yang harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah yang beragam.

“Kami menetapkan target untuk menjangkau seluruh kampung rawan kebakaran di 20 kecamatan. Ini memang membutuhkan anggaran besar, khususnya untuk jaringan pipanisasi di berbagai jenis wilayah. Namun, keselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda,” tegas Fida.

Melalui pelaksanaan proyek uji coba yang terukur serta rencana ekspansi yang matang, Pemkab Kukar menegaskan arah kebijakan penanggulangan kebakaran yang berbasis kebutuhan aktual masyarakat dan kondisi lapangan.

Sistem hydrant kering diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga Kukar, tetapi juga menjadi model sistem keselamatan yang efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia dengan karakteristik serupa.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *