Portalraya.com, KUKAR – Upaya penanganan stunting di Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis, mulai menunjukkan hasil nyata.
Dengan pendekatan menyeluruh yang melibatkan banyak pihak, desa ini berhasil menurunkan kasus stunting hingga 80 persen hanya dalam satu tahun.
Keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Pemerintah desa menyusun strategi dari tingkat dasar, memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan perhatian penuh.
Edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pembagian makanan tambahan menjadi rutinitas yang dijalankan secara konsisten.
Kepala Desa Lebak Cilong, Humaidi, menyebut kunci keberhasilan terletak pada koordinasi yang dibangun sejak awal. Semua unsur mulai dari kader posyandu, PKK, hingga tenaga kesehatan desa terlibat aktif dalam satu garis komando yang terstruktur.
“Kami bergerak bersama. Sebelum rembuk stunting, kami kumpulkan dulu semua stakeholder di tingkat kecamatan. Dari situlah satu visi terbentuk,” jelasnya, Kamis (8/5/2025).
Pendekatan yang paling ditekankan adalah pencegahan sejak masa kehamilan. Pemeriksaan rutin dan edukasi dini terbukti mampu menurunkan potensi anak lahir dengan gangguan pertumbuhan.
Meski sebagian kecil kasus masih ditemukan, sebagian besar anak yang sebelumnya rawan kini telah menunjukkan perbaikan.
Evaluasi rutin yang dilakukan desa menunjukkan tren positif pada grafik tumbuh kembang balita.
Menurut Humaidi, intervensi dini akan menjadi fokus lanjutan. Bukan hanya mengejar angka nol stunting, tetapi juga menjadikan pola pencegahan sebagai budaya kesehatan desa.
“Kuncinya ada di pencegahan sejak awal. Kalau sejak masa kehamilan sudah kita dampingi, hasilnya bisa terlihat,” ujarnya.
Pemerintah desa kini bersiap menyampaikan hasil evaluasi kepada pemerintah kabupaten. Pencapaian ini akan dijadikan dasar penguatan program berikutnya, sekaligus bahan pembelajaran bagi desa lain.
“Kami tidak bekerja sendiri. Semua unsur harus terlibat agar hasilnya bisa dirasakan. Ini soal masa depan generasi desa,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)
