Loa Ipuh Terapkan Sistem Gantung Sampah, DLHK Kukar Dorong Kesadaran Kolektif Warga

BANNER DINAS LINGKUNGAN HIDUP & KEHUTANAN 5

Portalraya.com, Kukar – Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan di Desa Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini semakin diperkuat melalui penerapan sistem baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Warga diminta membuang sampah dengan cara memasukkannya ke dalam kantong plastik lalu menggantungnya pada tempat khusus yang telah disediakan pemerintah desa.

Pemandangan tertib ini terlihat jelas di sepanjang Jalan AP Mangkunegara pada Senin pagi, 1 September 2025. Deretan kantong sampah milik warga tampak rapi bergelantungan di titik penampungan yang sudah ditentukan. Sistem sederhana ini menunjukkan hasil nyata dari upaya kolektif pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menjelaskan bahwa pola tersebut merupakan strategi jangka panjang untuk mengubah perilaku warga. Sampah yang digantung akan diangkut secara rutin oleh petugas kebersihan DLHK, sehingga tidak menumpuk di permukiman maupun menimbulkan bau tidak sedap.

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan desa sekaligus meminimalkan kebiasaan buruk sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan,” ujar Irawan.

Ia menambahkan, membuang sampah di pinggir jalan atau aliran sungai tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan pencemaran serius serta menjadi sumber penyakit. Karena itu, pihaknya mendorong masyarakat untuk lebih disiplin mengikuti aturan yang berlaku.

DLHK Kukar juga melengkapi kebijakan ini dengan sosialisasi berkelanjutan. Edukasi mengenai pentingnya kebersihan tak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak sekolah. Tujuannya, menanamkan kesadaran sejak dini agar pola hidup peduli lingkungan dapat diwariskan lintas generasi.

Menurut Irawan, menjaga kebersihan desa bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, melainkan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat. “Kami berharap warga benar-benar berhenti membuang sampah di kebun, tepi jalan, atau saluran air. Hanya dengan kerja sama, Loa Ipuh bisa tetap asri dan nyaman sebagai ruang hidup bersama,” tegasnya.

Langkah inovatif ini dinilai sebagai contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan warga dapat menghasilkan perubahan perilaku sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Dengan partisipasi aktif masyarakat, Loa Ipuh berpotensi menjadi model desa bersih yang bisa ditiru wilayah lain di Kutai Kartanegara. (Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *