Portalraya.com, Samarinda- Upaya percepatan penurunan angka stunting di Samarinda kembali mendapat dukungan konkret dari sektor swasta. Alfamidi Cabang Samarinda menyalurkan 1.500 butir telur kepada 25 balita terindikasi stunting di Kecamatan Palaran pada Senin, (09/02/2026), sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk “Protein Cegah Stunting”.
Program ini dirancang sebagai intervensi gizi berkelanjutan selama enam bulan ke depan. Setiap anak penerima manfaat memperoleh 60 butir telur per bulan, sehingga total 1.500 butir didistribusikan secara rutin setiap bulan. Skema tersebut diharapkan mampu memastikan kecukupan protein hewani bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan kritis.
Branch Manager Alfamidi Samarinda, Markus Nurdianto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak pada fase emas pertumbuhan.
“Melalui program CSR Protein Cegah Stunting ini, kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan asupan protein hewani yang cukup agar tumbuh kembangnya optimal dan kualitas kesehatannya terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Konsistensi distribusi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar intervensi gizi memberikan dampak nyata.
“Program ini kami rancang berkelanjutan karena penanganan stunting membutuhkan kesabaran dan kerja sama semua pihak,” tambah Markus.
Kegiatan penyaluran turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, bersama jajaran PKK Kota Samarinda. Kehadiran pemerintah daerah menjadi simbol dukungan terhadap kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting.
Saefuddin menyampaikan apresiasi atas kontribusi sektor swasta dalam membantu intervensi gizi yang tepat sasaran. “Dukungan seperti ini sangat membantu pemerintah dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang memadai,” ungkapnya.
Pemilihan telur sebagai bantuan didasarkan pada kandungan protein hewani, vitamin, serta asam amino esensial yang berperan penting dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Asupan protein yang memadai, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, menjadi faktor krusial dalam mencegah dampak jangka panjang stunting.
Melalui inisiatif ini, Alfamidi berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dapat terus diperkuat, sehingga program penanganan stunting di Samarinda berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan perubahan signifikan bagi kualitas generasi masa depan.(Silvi)
